LINTASBANTEN.COM- Keluhan terhadap layanan digital Bank BJB Syariah terus bermunculan. Sejumlah nasabah mengaku kecewa lantaran aplikasi M-Banking Mobile Maslahah BJB Syariah sudah lebih dari tiga minggu tidak bisa diakses, sehingga menghambat aktivitas transaksi sehari-hari.
Kondisi tersebut dikeluhkan terutama oleh para guru penerima tunjangan sertifikasi yang menggunakan rekening BJB Syariah sebagai penyaluran dana. Akibat gangguan layanan tersebut, para nasabah terpaksa harus datang langsung ke kantor cabang hanya untuk melakukan transaksi sederhana seperti transfer, cek saldo, hingga pembayaran.
Falah, salah satu guru sertifikasi sekaligus perwakilan nasabah, mengungkapkan bahwa situasi ini sangat merepotkan dan menyita waktu masyarakat, khususnya para guru yang memiliki aktivitas mengajar padat.
“Kami sangat kecewa. Sudah lebih dari tiga minggu aplikasi Mobile Maslahah tidak bisa diakses. Padahal di era sekarang layanan digital itu sangat penting. Mau transfer, cek saldo, atau transaksi lain akhirnya harus datang langsung ke kantor cabang,” ujar Falah kepada awak media, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, persoalan tidak hanya terjadi pada aplikasi mobile banking, tetapi juga keterbatasan layanan ATM yang membuat nasabah semakin kesulitan. Ia menyebut kartu ATM BJB Syariah tidak dapat digunakan secara maksimal di jaringan ATM bersama untuk sejumlah transaksi tertentu, sehingga nasabah harus mencari mesin ATM khusus BJB Syariah.
“Masalahnya bukan cuma aplikasi error. Transaksi di ATM bersama juga terbatas, jadi kami harus mencari ATM BJB Syariah. Ini jelas menyulitkan, apalagi bagi nasabah yang tinggal jauh dari kantor cabang atau mesin ATM BJB Syariah,” katanya.
Falah menilai gangguan layanan yang berlangsung cukup lama menunjukkan lemahnya kesiapan sistem dan pelayanan kepada nasabah. Ia meminta manajemen BJB Syariah segera memberikan penjelasan resmi sekaligus solusi konkret agar aktivitas transaksi masyarakat kembali normal.
“Kami berharap ada tanggung jawab dan penjelasan resmi dari pihak bank. Jangan sampai nasabah terus dirugikan dan dibiarkan menunggu tanpa kepastian,” tegasnya.
Para nasabah berharap BJB Syariah segera melakukan perbaikan sistem secara menyeluruh agar layanan digital dapat kembali berjalan normal dan tidak mengganggu kebutuhan transaksi masyarakat, khususnya para guru penerima sertifikasi yang sangat bergantung pada akses perbankan setiap bulannya.(*/red)













