LINTASBANTEN.COM – Industri Pengelolaan Sampah Terpadu (IPST) ASARI yang difasilitasi oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) telah menyelesaikan proses commissioning mesin pirolisis baru berkapasitas 200 kilogram dalam sekali operasi.
Dengan penambahan ini, IPST ASARI kini mengoperasikan dua mesin pirolisis dengan total kapasitas pengolahan sampah plastik mencapai 300 kilogram per siklus operasi.
Mesin pirolisis terbaru ini telah dilengkapi dengan teknologi vacuum pyrolysis, yang menghasilkan minyak hasil olahan dengan kualitas lebih baik, lebih bersih, serta minim residu dibandingkan metode sebelumnya.
Kehadiran teknologi ini semakin memperkuat kemampuan IPST ASARI dalam mengolah sampah plastik bernilai rendah (low value plastic/LVP) menjadi produk yang bernilai guna.
Circular Economy & Partnership Manager Chandra Asri Group, Nicko Setyabudi mengatakan dengan beroperasinya dua mesin ini, IPST ASARI kini mampu mengelola hingga lebih dari 35 ribu kilogram (35 ton) LVP setiap tahunnya.
“Peningkatan kapasitas ini memungkinkan lebih banyak sampah plastik dialihkan ke jalur pengolahan yang lebih terstruktur, sehingga memberi nilai tambah bagi sistem pengelolaan sampah di tingkat komunitas. Hal ini juga memperkuat komitmen Chandra Asri Group dalam mendorong penerapan ekonomi sirkular dan meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di Indonesia,” ujar Nicko, Kamis (23/4/2026).
Dikatakan Nicko, jenis plastik yang diolah melalui teknologi pirolisis di IPST ASARI meliputi polyethylene (PE), polypropylene (PP), dan polystyrene (PS). Material tersebut kemudian diproses menjadi minyak yang memiliki karakteristik menyerupai solar.
“Sejak 2021 hingga 2025, IPST ASARI telah mengelola lebih dari 79 ton sampah plastik. Dari jumlah tersebut, lebih dari 32 ton telah diolah melalui teknologi pirolisis dan menghasilkan lebih dari 26 ribu liter minyak. Capaian ini menunjukkan pentingnya teknologi pirolisis dalam mendukung pengelolaan sampah plastik di IPST ASARI, khususnya untuk material yang sulit didaur ulang secara konvensional,” terangnya.
Penambahan mesin ini diharapkan semakin memperbesar kontribusi IPST ASARI dalam mengurangi timbunan sampah plastik yang berpotensi berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), sekaligus memperkuat sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi. (luq).







