CILEGON,LINTASBANTEN.COM- Calon Walikota Cilegon Isro Miraj, dan wakilnya Nurrotul Uyun memberikan tanggapan serius mengenai persoalan mitigasi bencana industri di kota yang dikenal sebagai pusat industri berat ini dalam Debat Publik yang disiarkan langsung di Metro TV Jakarta, Minggu 10 Nopember 2024.
Disebutkan Isro, Cilegon merupakan salah satu kota di Indonesia dengan konsentrasi industri yang tinggi, mulai dari industri baja hingga kimia. Kondisi ini membuat kota tersebut rentan terhadap berbagai potensi bencana industri seperti kebakaran, ledakan, hingga pencemaran lingkungan.
“Ada tiga ancaman bencana di Kota Cilegon yang disebabkan oleh Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kegagalan Teknologi Industri, dan gempa mega trust, ” kata Isro.
Untuk itu, pasangan Isro menekankan pentingnya langkah mitigasi yang tepat untuk melindungi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Mitigasi bencana tidak hanya berfokus pada respons cepat setelah bencana terjadi, tetapi juga pada pencegahan dan kesiapsiagaan sebelum bencana datang. Ia menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk bekerja sama dengan instansi terkait dan perusahaan industri di Cilegon untuk meningkatkan standar keamanan operasional serta memperketat pengawasan.
“Kami ingin memastikan setiap industri di Cilegon memiliki sistem mitigasi dan respons darurat bencana yang baik, agar keselamatan warga tetap terjamin,” ujar Isro.
Calon Wakil Wali Kota Cilegon Nurrotul Uyun menambahkan bahwa, salah satu fokus utama mereka adalah sosialisasi dan pelatihan mitigasi bencana kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di area sekitar pabrik dan kawasan industri. Menurutnya, masyarakat perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan untuk merespons bencana secara tepat.
“Masyarakat adalah pihak yang paling terdampak saat bencana terjadi, oleh karena itu kami ingin mereka memiliki kesiapan dalam menghadapi situasi darurat,” kata Uyun.
Selain itu, Isro-Uyun juga merencanakan pembentukan tim respons cepat yang dilengkapi dengan teknologi canggih untuk mempercepat penanganan bencana. Tim ini nantinya akan bersinergi dengan BPBD dan unit pemadam kebakaran, sehingga dapat mengurangi dampak bencana dengan lebih efektif. Inovasi ini diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat Cilegon dan menjadi solusi dalam menangani risiko bencana industri.
“Kita harus siap dengan mitigasi bencana, tangkap darurat, serta recovery dengan kerjasama dengan berbagai lembaga pemerintah, organisasi non pemerintah, ahli mitigasi bencana untuk mendapat dukungan dan sarana yang tepat,” kata Uyun.
Dengan visi yang berfokus pada mitigasi dan respon bencana industri, pasangan Isro-Uyun berharap dapat membawa perubahan positif dalam pengelolaan risiko di Kota Cilegon.
Isro-Uyun meyakini bahwa upaya pencegahan yang matang serta kesiapsiagaan yang baik adalah kunci utama dalam melindungi warga dan menjaga keberlanjutan industri di Cilegon.(*/red)







