LINTASBANTEN.COM – Semangat merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Cilegon, Banten, tampil dengan wajah yang berbeda dan penuh makna.
Jika biasanya upacara bendera dilakukan di lapangan terbuka, kali ini perairan Selat Sunda menjadi saksi bisu berkibarnya sang saka Merah Putih dalam ukuran yang masif. Sebuah bendera raksasa dibentangkan di atas permukaan laut sekitar Pulau Merak Besar, menciptakan pemandangan patriotik yang memukau bagi siapa saja yang melintas di jalur penghubung Jawa dan Sumatra tersebut.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (15/8/2026) ini dipelopori oleh Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banten bersama komunitas Pulau Merak Besar Squad. Tidak main-main, bendera yang dibentangkan memiliki dimensi fantastis, yakni 40 x 25 meter. Lokasi pembentangan di Pulau Merak Besar dipilih bukan tanpa alasan, selain karena nilai estetika wisatanya, area ini merupakan titik strategis pertahanan dan keamanan laut di Selat Sunda.
Komandan Lanal Banten, Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani, menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk manifestasi nasionalisme modern.
Menurutnya, menjaga kedaulatan Indonesia di masa sekarang tidak hanya soal fisik, tetapi juga bagaimana menjaga sumber daya alam yang terkandung di dalamnya.
“Semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan dengan mengibarkan Merah Putih, tetapi juga melalui aksi nyata menjaga laut, lingkungan, dan kekayaan alam Indonesia,” kata Wawan, Sabtu (15/8/2026).
Pesan kelestarian lingkungan memang menjadi nafas utama dalam perayaan HUT RI ke-81 di Cilegon ini. Di tengah hiruk-pikuk pembentangan bendera, para peserta yang terdiri dari berbagai unsur seperti Dirpolairud Polda Banten, Basarnas, BPBD, hingga pelajar SMKN 4 Cilegon, turut melakukan aksi nyata konservasi. Sebanyak 25 ekor tukik atau anak penyu dilepasliarkan ke habitat aslinya sebagai simbol regenerasi alam yang harus terus dijaga.
Tak berhenti di situ, sebanyak 500 fragmen atau bibit terumbu karang ditanam di kawasan bawah laut Pulau Merak Besar. Langkah transplantasi ini menjadi krusial mengingat terumbu karang adalah fondasi utama ekosistem laut yang sehat.
Lanal Banten meyakini bahwa dengan ekosistem yang terjaga, potensi wisata bahari di Cilegon akan meningkat pesat dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat pesisir.
Wawan menambahkan bahwa pengembangan kawasan strategis seperti Merak tidak boleh mengabaikan aspek ekologis.
“Kita ingin menunjukkan bahwa kawasan strategis seperti Pulau Merak Besar dapat tetap dijaga kelestariannya sekaligus dikembangkan menjadi destinasi wisata yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan keindahan alam,” ujarnya.
Menurut Wawan, sinergi antara lingkungan dan ekonomi adalah kunci masa depan. “Pelestarian lingkungan harus berjalan beriringan dengan pengembangan wisata. Terumbu karang yang terjaga dan ekosistem laut yang sehat nantinya dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tuturnya.
Selain aksi lingkungan, kemeriahan HUT RI di lokasi ini juga diperkaya dengan sentuhan budaya dan edukasi. Warga dan wisatawan disuguhi pameran foto lawas yang merekam jejak sejarah kawasan tersebut, serta penampilan kesenian tradisional Bandrong yang enerjik. Ada pula sesi orasi ilmiah yang secara khusus membedah isu-isu kelautan dan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga ekosistem pesisir dari ancaman kerusakan.
“Menjaga laut adalah menjaga masa depan. Menghidupkan wisata berarti menggerakkan ekonomi. Karena itu, merawat Pulau Merak Besar merupakan bagian dari upaya kita menjaga Indonesia,” pungkas Wawan.
Upaya kolaboratif ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kota Cilegon. Walikota Cilegon, Robinsar, yang hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut, melihat potensi besar Pulau Merak Besar sebagai magnet wisatawan baru di ujung barat Pulau Jawa.
Ia berkomitmen untuk terus menyelaraskan kebijakan daerah dengan pemerintah pusat guna meningkatkan fasilitas penunjang di lokasi wisata tersebut.
“Kita terus koordinasi dengan pemerintah provinsi, dengan kementerian juga, agar pemerintah daerah bisa terlibat langsung dalam melengkapi fasilitas, dalam rangka memberikan pelayanan, dan juga memberikan fasilitas yang layak lah untuk wisatawan,” ujar Robinsar.
Melalui momentum HUT ke-81 RI ini, Kota Cilegon ingin mengirimkan pesan kuat kepada seluruh Indonesia bahwa kemerdekaan adalah tentang tanggung jawab terhadap bumi pertiwi.
Sinergi antara Lanal Banten, pemerintah, komunitas seperti SAKA Bahari dan KFS, hingga pelaku usaha, menjadi bukti bahwa menjaga identitas bangsa bisa dilakukan melalui pelestarian alam. dari Selat Sunda, Merah Putih tidak hanya berkibar sebagai simbol formalitas, tetapi sebagai pengingat akan kekayaan bahari yang harus diwariskan kepada generasi mendatang dalam keadaan baik dan lestari. (luq)







