LINTASBANTEN.COM – Seluruh sekolah di Kota Cilegon tingkat SD dan SMP diminta oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon untuk dapat membuka ruang pelayanan pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026.
Ruang pelayanan tersebut untuk dapat membantu melayani orang tua pendaftar yang gagap teknologi (Gaptek) pada waktu pendaftaran 22-25 Juni nanti.
Untuk hasil pengumuman siswa baru SPMB pada 29 Juni, proses daftar ulang 1-3 Juli, awal masuk sekolah 13 Juli, dan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 13-15 Juli.
Pendaftaran SPMB 2026 terdapat beberapa jalur yaitu jalur domisili tingkat SD 80 persen dan SMP 40 persen.
Jalur afirmasi tingkat SD 15 persen dan SMP 20 persen, jalur perpindahan orang tua tingkat SD dan SMPN hanya 5 persen.
Jalur prestasi tingkat SMP dialokasikan sebesar 35 persen, terdiri dari 15 persen untuk alokasi prestasi non akademik, dan 20 persen prestasi akademik.
Dimana dari 20 persen tersebut dialokasikan untuk prestasi akademik 30 persen nilai raport dan 70 persen nilai TKA.
Kepala Dindikbud Kota Cilegon Heni Anita Susila menerangkan, pihaknya telah mengimbau kepada seluruh pihak sekolah untuk dapat membuka ruang pelayanan bagi para orang tua pendaftar yang gaptek.
“Sudah kami imbau ke seluruh sekolah supaya bisa membuka ruang helpdesk atau ruang pelayanan SPMB,” terangnya usai melaksanakan Sosialisasi SPMB 2026/2027 secara tertutup di Training Center Dindikbud Cilegon, Senin (18/5/2026).
Ia mengungkapkan, dengan adanya ruang pelayanan tersebut dapat memudahkan para pendaftar, terutama bagi orangtua yang gaptek.
“Ini untuk antisipasi menjaga khawatir orang tua pendaftar kalau ada yang kesulitan ga paham teknologi saat pelaksanaan pendaftaran,” ungkapnya.
Ruang layanan untuk membantu pendaftar SPMB 2026 yakni berlaku untuk pendaftar di SD dan SMP tujuan.
“Jadi ruang pelayanan ini berlaku untuk pihak SD sebelumnya dan SMP tujuannya, keduanya saling membantu pendaftar yang gaptek atau ga bisa akses internet,” jelasnya.
Heni meminta kepada pendaftar SPMB yang mengalami kesulitan untuk dapat datang langsung ke sekolah tujuan.
“Untuk orang tua yang gaptek internet atau teknologi dari sekolah yang menerima misalkan dari SMP atau SD nya harus ada ruang pelayanan bantuan pendaftaran SPMB,” pintanya.
Selain di sekolah, pihaknya juga menyediakan ruang pelayanan SPMB 2026 di lantai 2 Kantor Dindikbud Kota Cilegon.
“Kami juga membuka pelayanan helpdesk selama jam operasional kerja. Gak ada pengaduan melalui kontak whatsapp ya, langsung datang ke kantor Dindikbud lantai 2 saja,” tandasnya. (luq)










