Sinergi KKM 65 Universitas Bina Bangsa di Desa Banyuwangi: Dari Ketahanan Pangan hingga Edukasi Kesehatan Masyarakat

LINTASBANTEN.COM – Upaya pengabdian masyarakat kembali ditunjukkan oleh insan akademis dalam program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM). Kali ini, Kelompok 65 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) melalui Bidang 4 yang membidangi Lingkungan Hidup, Ketahanan Pangan, dan Kesehatan Masyarakat, mengambil peran signifikan di Desa Banyuwangi, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang, Banten.

Kehadiran mereka membawa angin segar melalui berbagai program yang menyasar berbagai lapisan usia, mulai dari anak-anak hingga kelompok ibu rumah tangga.

Program kerja yang disusun tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menyentuh aspek fundamental kebutuhan masyarakat pedesaan. Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan meliputi Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), senam kebugaran, inovasi pangan mandiri, hingga penguatan gizi balita melalui posyandu.

Langkah awal yang dilakukan oleh Bidang 4 KKM 65 UNIBA berfokus pada kesehatan anak-anak. Pada Rabu, 29 Juli 2026, mereka menggelar Sosialisasi PHBS yang menekankan pada pentingnya mencuci tangan pakai sabun bagi siswa sekolah dasar di Desa Banyuwangi.

Edukasi ini dinilai krusial mengingat sekolah merupakan tempat berinteraksi yang rentan terhadap penyebaran kuman jika tidak dibarengi dengan higiene yang baik.

Perwakilan Bidang 4 KKM 65 Universitas Bina Bangsa, Mareta Sekar Raudhoh mengungkapkan bahwa program ini mendapat respons positif dari para siswa selama kegiatan berlangsung.

“Anak-anak sekolah dasar menunjukkan antusiasme yang cukup tinggi selama mengikuti kegiatan sosialisasi. Mereka aktif memperhatikan materi dan mengikuti praktik mencuci tangan pakai sabun yang diberikan. Kegiatan ini juga dibuat secara interaktif agar anak-anak lebih mudah memahami pentingnya mencuci tangan dengan benar, terutama sebelum makan dan setelah melakukan aktivitas. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kebiasaan mencuci tangan pakai sabun dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga anak-anak dapat lebih menjaga kebersihan dan kesehatan diri,” ujar Mareta.

Tidak hanya menyasar anak-anak, mahasiswa KKM 65 UNIBA juga merangkul kelompok ibu-ibu di Desa Banyuwangi untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan fisik. Pada Sabtu, 1 Agustus 2026, diadakan kegiatan Senam Bersama yang dirancang sebagai sarana olahraga sekaligus ruang interaksi sosial antara mahasiswa dengan warga setempat.

Kegiatan ini terbukti efektif dalam membangun kedekatan emosional antara peserta KKM dengan konstituen desa. Menurut Mareta, kegiatan ini memiliki nilai lebih dari sekadar aktivitas fisik.

“Ya, kegiatan senam bersama yang diikuti oleh ibu-ibu Desa Banyuwangi menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan kebersamaan antara masyarakat dan mahasiswa KKM. Selain bertujuan menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh, kegiatan ini juga menciptakan suasana yang lebih akrab dan menyenangkan. Ibu-ibu mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif berpartisipasi dari awal hingga akhir. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk terus membangun interaksi dan kebersamaan antara mahasiswa KKM dengan masyarakat Desa Banyuwangi,” tuturnya.

Salah satu program unggulan yang paling disorot dalam pengabdian ini adalah upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Mahasiswa memperkenalkan sistem budidaya lele yang diintegrasikan dengan akuaponik kangkung. Inovasi ini sangat relevan diterapkan di wilayah pemukiman yang memiliki keterbatasan lahan, namun tetap ingin produktif secara ekonomi dan gizi.

Sistem akuaponik ini bekerja dengan memanfaatkan kotoran ikan lele sebagai nutrisi bagi tanaman kangkung, sehingga tercipta ekosistem mandiri yang minim limbah. Mareta Sekar Raudhoh menjelaskan potensi jangka panjang dari penerapan sistem ini bagi ekonomi rumah tangga di Desa Banyuwangi.

“Budidaya lele dan akuaponik kangkung dapat memberikan manfaat bagi warga, terutama dalam pemanfaatan lahan dan pengelolaan sumber daya secara lebih produktif. Sistem ini memungkinkan masyarakat memperoleh hasil berupa ikan lele sekaligus tanaman kangkung dalam satu kegiatan budidaya. Selain dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, kegiatan ini juga berpotensi dikembangkan menjadi peluang ekonomi apabila dikelola secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, warga kampung diharapkan dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat diterapkan secara mandiri,” paparnya.

Menutup rangkaian kontribusi di bidang kesehatan, KKM 65 UNIBA melaksanakan Sosialisasi Vitamin A di Posyandu Desa Banyuwangi pada Kamis, 14 Agustus 2026.

Fokus utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman mendalam kepada para ibu mengenai pentingnya mikronutrien bagi pertumbuhan anak dan pencegahan gangguan penglihatan serta peningkatan daya tahan tubuh balita.

Mareta menambahkan bahwa edukasi ini menjadi penting untuk memastikan target kesehatan nasional dalam menurunkan angka stunting dan masalah gizi lainnya di tingkat desa dapat tercapai.

“Harapannya, para ibu balita dapat semakin memahami pentingnya pemenuhan vitamin A bagi tumbuh kembang dan kesehatan anak. Melalui sosialisasi di Posyandu, ibu-ibu mendapatkan informasi mengenai manfaat vitamin A dan pentingnya memenuhi kebutuhan gizi balita. Dengan adanya edukasi ini, diharapkan para ibu dapat lebih memperhatikan asupan gizi anak dan mengikuti pemberian vitamin A sesuai anjuran di Posyandu. Selain itu, balita juga diharapkan dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat melalui pemenuhan kebutuhan gizi yang baik,” tandasnya. (luq)