LINTASBANTEN.COM – Dalam rangka memperingati Hari Buruh (May Day) Tahun 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon bersama unsur serikat pekerja dan dunia usaha akan menggelar Seminar Ketenagakerjaan bertema “Mitigasi Risiko Ketenagakerjaan Akibat Krisis Energi Global: Dari Inflasi hingga Ancaman PHK.” Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Senin, 4 Mei 2026, pukul 13.00 hingga 16.30 WIB di Pusdiklat Krakatau Steel.
Kepala Bidang Hubungan Industrial Kota Cilegon, Faruk Oktavian, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Panitia May Day 2026, menyampaikan bahwa forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi tekanan ekonomi global.
“Dampak krisis energi global tidak bisa dihindari, mulai dari meningkatnya biaya produksi hingga potensi efisiensi tenaga kerja. Karena itu, diperlukan langkah mitigasi yang tepat melalui dialog dan kolaborasi semua pihak,” ujar Faruk, Rabu (29/4/2026).
Ia menegaskan bahwa seminar ini menghadirkan narasumber dari unsur pemerintah, aparat kepolisian, praktisi hubungan industrial, perwakilan perusahaan, hingga serikat pekerja, guna membangun pemahaman bersama dan solusi nyata.
Lebih lanjut, Faruk mengajak seluruh pelaku usaha dan pekerja di Kota Cilegon untuk turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.
“Kami mengajak para pelaku usaha untuk terbuka dalam membangun komunikasi yang konstruktif, serta para pekerja untuk aktif berkontribusi dalam menjaga hubungan industrial yang harmonis. Melalui forum ini, mari kita duduk bersama, bertukar gagasan, dan mencari solusi terbaik agar dunia usaha tetap berjalan dan pekerja tetap terlindungi,” tegasnya.
Menurutnya, peringatan May Day harus dimaknai sebagai momentum memperkuat kebersamaan, bukan sekadar seremonial tahunan.
“Dengan semangat kolaborasi, kita optimis mampu menjaga stabilitas ketenagakerjaan di Kota Cilegon secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Seperti diketahui, seminar ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan May Day 2026 Kota Cilegon yang mengedepankan dialog sosial sebagai kunci dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan ke depan. (luq)







