CILEGON,LINTASBANTEN.COM- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon melepas dan mengantarkan langsung keberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Cilegon yang akan bekerja di Jepang.
Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan, Pelatihan, Produktivitas dan Penempatan Tenaga Kerja (Penta) pada Disnaker Kota Cilegon, Hidayatullah mengatakan bahwa secara langsung pihaknya menjemput pahlawan devisa tersebut ke Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Wahana Danau Indah dan mengantarkan ke bandara sebagai penghormatan dan bentuk kepedulian.
“Yang diberangkatkan ada 4, 1 orang dari Kota Cilegon atas nama Abdul Rosyid dari Kecamatan Pulomerak dengan kontrak kerja selama 5 tahun sebagai perawat lansia, kita langsung jemput mereka ke LPK dan langsung berangkat ke bandara sampai larut malam, kita dampingi, kita lepas anak Cilegon yang bekerja di luar negeri sebagai pahlawan devisa negara dan pejuang ekonomi keluarga, ini sebagai bentuk penghormatan kami karena ini merupakan program Pemerintah Kota Cilegon,” kata Dayat sapaan akrabnya, Minggu (6/10).
Kata Dayat, program Pekerja Migran Indonesia yang diinisiasi oleh Walikota Cilegon Helldy Agustian yang bekerja sama dengan industri serta sudah melakukan MOU dengan BP2MI (Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) ini, kedepan akan kembali memberangkatkan putra putri asal Kota Cilegon bekerja diluar negeri dengan menargetkan 100 orang pertahun.
“Kita sudah melakukan sosialisasi peluang kerja diluar negeri ini dan alhamdulillah peminatnya yang daftar sangat banyak, dan akan kita selesaikan secara bertahap, berproses, kita kembangkan SDM nya dulu melalui kursus bahasa negara tujuan, ini program jangka panjang ya, dan keinginan Pak Wali (Helldy Agustian) sih 100 orang setiap tahun diberangkatkan,” tuturnya.
Program CPMI (Calon Pekerja Migran Indonesia) ini dijelaskan Dayat bahwa bukan berarti di Kota Cilegon sulit mencari pekerjaan, tetapi pemerintah memberikan bentuk pilihan untuk masyarakat yang memang memiliki cita-cita bekerja di luar negeri.
“Kemarin awal tahun 2023 pak Wali (Helldy Agustian) memberangkatkan ke Malaysia 50 orang, dan program ini sudah ada yang berangkat dan masih dalam proses, dan yang dalam proses ini seperti ke negara Jepang, Korea dan Jerman masih tahap mempersiapkan kursus bahasa, tapi MOU nya sudah dilakukan dan job nya sudah ada,” tandasnya.(*/res)







