Mitigasi Banjir di Ciwaduk, Kabel dan Pipa Semrawut di Saluran Air Jadi Sorotan

CILEGON,LINTASBANTEN.COM– Upaya penanganan banjir di Kelurahan Ciwaduk terhambat masalah infrastruktur bawah tanah yang kompleks.

Hal ini terungkap jelas dalam kegiatan mitigasi bencana hidrometeorologi yang dilakukan secara intensif di wilayah Kelurahan Ciwaduk, Kota Cilegon. Langkah proaktif ini tidak hanya sekadar pembersihan sampah, namun juga menyasar pembenahan teknis saluran air yang krusial bagi keselamatan pemukiman warga dari ancaman genangan.

Di bawah komando Lurah Ciwaduk, Nurul Hadiyati, pihak kelurahan bersama masyarakat menggelar aksi gotong royong serentak yang menyisir titik-titik rawan. Hal ini dilakukan sebagai respons cepat terhadap potensi curah hujan tinggi di awal tahun.

Fokus utama pergerakan warga dan aparat kelurahan tertuju pada wilayah-wilayah yang selama ini memiliki riwayat terdampak banjir cukup parah.

Salah satu temuan signifikan dalam operasi bersih-bersih ini terjadi di kawasan Jalan Nakula, RW 05, tepatnya di pertigaan Jalan Piranha. Saat tim gabungan melakukan inspeksi dan pembersihan, ditemukan fakta bahwa saluran air di Jalan Piranha tidak berfungsi optimal.

Penyebab utamanya bukan sekadar sedimentasi lumpur, melainkan adanya tumpukan utilitas berupa pipa dan kabel yang melintang tidak beraturan di bawah saluran.

Kondisi semrawut ini menyebabkan aliran air terpaksa berbelok arah secara drastis ke Jalan Nakula, yang pada akhirnya menjadikan jalan tersebut sebagai titik akumulasi genangan air saat hujan deras turun.

Penemuan ini menjadi evaluasi penting bagi tata kota dan manajemen drainase di wilayah Cilegon.

Warga setempat, khususnya di RT 20 RW 09 Lingkungan BBS 3 dan Lingkungan Pagebangan RT 05 RW 08, turut bahu-membahu membersihkan saluran di depan tandon BBS 3 dan Jalan Pepaya.

Semangat kolaboratif ini muncul karena kesadaran kolektif bahwa penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif dari lingkungan terkecil.

Terkait pergerakan masif warganya, Lurah Ciwaduk memberikan apresiasi dan penjelasan mengenai dasar kegiatan ini.

“Lingkungan lainpun mengikuti gotong royong pembersihan saluran. Kegiatan ini merupakan hasil dari Rapat Koordinasi RT RW terkait langkah cepat penanganan dan pencegahan banjir di Wilayah Kelurahan Ciwaduk,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa aksi lapangan ini bukan kegiatan spontan semata, melainkan hasil dari perencanaan strategis yang melibatkan para ketua lingkungan.

Koordinasi yang kuat antara RT, RW, dan Kelurahan menjadi kunci dalam memetakan masalah drainase yang spesifik di tiap gang dan jalan utama.

Langkah mitigasi di Ciwaduk sebenarnya telah berjalan secara sistematis sejak akhir tahun lalu. Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah melakukan intervensi fisik yang signifikan.

Beberapa proyek vital seperti normalisasi tandon dan sungai telah dieksekusi untuk meningkatkan kapasitas tampung air di wilayah tersebut.

Nurul Hadiyati menjelaskan rincian progres yang telah dicapai berkat kolaborasi lintas sektor tersebut.

“Alhamdulillah, setelah upaya mitigasi banjir di wilayah Ciwaduk di Bulan November dan Desember Tahun 2025 oleh Bapak Walikota melalui DPUPR dibantu DLH, yaitu normalisasi tandon BBS 3, pengerukan saluran dan pembuatan main hole di Perumahan Pondok Kuring Cilegon (PKC), pembuatan drainase di Jalan Nakula, normalisasi Sungai Makam Balung, wilayah yang terdampak banjir dapat diminimalisir. Namun kami bersama RT RT dan masyarakat terus berupaya melakukan mitigasi untuk mewujudkan Ciwaduk Bebas Banjir,” ujar Nurul Hadiyati.

Meski sejumlah proyek besar telah rampung, tantangan mikro seperti sumbatan pada drainase lingkungan akibat utilitas yang semrawut masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan segera.

Keterlibatan DPUPR masih sangat dibutuhkan untuk penanganan teknis yang lebih kompleks, terutama yang berkaitan dengan pembongkaran atau perbaikan struktur drainase yang terhalang benda keras atau instalasi kabel.

Pihak Kelurahan Ciwaduk berkomitmen untuk terus mengawal proses ini hingga tuntas. Identifikasi masalah di lapangan seperti yang terjadi di Jalan Piranha akan langsung ditindaklanjuti ke instansi terkait agar solusi permanen dapat segera diterapkan.

“Kami terus berkoordinasi dengan DPUPR untuk memperbaiki drainase dan saluran, yaitu di Jalan Pepaya dan Jalan Piranha,” tambah Nurul. (*/red)