Dandim Cilegon Ingin Mahasiswa Jadi Agen Perubahan

LINTASBANTEN.COM – Puluhan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tertayasa (FT Untirta) diminta ikut andil dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Hal tersebut diungkapkan Komandan Kodim (Dandim) 0623 Cilegon, Letkol Inf Imam Buchori saat Kuliah Umum Wawasan Kebangsaan, Senin (18/5/2026).

Dandim 0623 Cilegon, Letkol Inf Imam Buchori mengungkapkan, untuk memaksimalkan bonus demografi Indonesia Emas 2045 mendatang tentu perlu peran berbagai pihak.

“Ini bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah, tetapi semua elemen masyarakat. Kita tahu bahwa bonus demografi ini menjadi momentum kita untuk jadi negara berdaulat,” kata Komandan Kodim 0623 Cilegon di sela-sela paparan agenda yang jadi bagian program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 itu.

Karenanya, ia memainta mahasiswa ikut mengawalnya dengan baik bonus demografi tersebut agar tidak berujung pada hal negatif nantinya. kata dia, saat ini di media sosial banyak sekali generasi muda yang melakukan tindakan yang tidak dibenarkan seperti Narkoba, seks bebas, tawuran dan hal negatif lainnya.

Jika situasi tersebut terus berlanjut, Indonesia tidak akan memaksimalkan bonus demografi 2045, sedangkan program pemerintah sendiri sudah mengrah pada hal itu.

“Kami sebagai TNI dan Pak Dekan ingin mengawal program pemerintah dengan memberikan wawasan kebangsaan, agar para pemuda terarah, cinta pada bangsanya hingga nanti bisa memberikan karya terbaik,” paparnya.

Lebih lanjut, Dandim 0623 ini bahkan mengajak mahasiswa memanfaatkan peluang Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk mendapat biasiswa ke luar negeri dan mengimplementasikan pendidikan yang di dapat ke Indonesia.

“LPDP ini kan salah satu cara pemerintah menciptakan generasi muda yang wawasannya luar biasa, dengan ini diharapkan pengetahuan tentang hal yang ada di luar negeri bisa jadi khasanah baru di bawah ke dalam negeri untuk dikembangkan bersama-sama,” ujarnya.

Dengan adanya forum ini, Imam berharap mahasiswa tak hanya unggul dalam hal akademik, tetapi cinta pada bangsa dan negaranya juga perlu kita tumbuhkan.

“Artinya nanti jika kita ingin lulus berada di tengah masyarakat menjadi agen perubahan menanamkan itu kepada masyarakat yang nantinya akan jadi tempat mereka bekerja sesuai keahliannya masing-masing,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dekan FT Untirta, Prof. Jayanudin mengungkapkan, agenda tersebut sangat bermanfaat untuk mahasiswanya dan berharap agenda serupa bisa rutin dilakukan saat penerimaan mahasiswa baru.

“Kami harap itu dimulai sebelum pembelajaran itu diberikan juga wawasan kebangsaan sehingga mahasiswa baru termotivasi lebih mencintai bangsanya sendiri. Ke depan kami menginginkan ada acara serupa untuk penerimaan mahasiswa baru semoga bisa difasilitasi” ungkapnya.

Salah satu mahasiswa FT Untirta, Muhammad Hadzami mengungkapkan, dalam agenda itu ia dan puluhan mahasiswa lainnya diberi paparan mengenai napak tilas perjuangan pendahulu-pendahulu yang membuat masyarakat bisa berdiri dengan damai dan mati-matian memperjuangkan NKRI.

“Tadi juga dijelaskan program pemerintah lewat TNI apa saja yang sedang dan akan ke depannya bagaimana. Degan kondisi geopolitik dunia saat ini, mereka tetap bekerja secara profesional dan masyarakat bisa bergantuk pada mereka (TNI-red),” ujarnya.

Ia kemudian menitipkan pesan untuk menyemangati rekan-rekan mahasiwa untuk ikut ambil peran dalam mewujudkan Indonesia emas 2045. “Terus semangat kita ujung tombak NKRI, jadi harus tetap semangat,” tandasnya. (luq)