CILEGON, LINTASBANTEN.COM – Pasca terpilih sebagai Ketua Karang Taruna Kota Cilegon, Ahmad Aflahul Aziz mendapat dukungan dari berbagai pihak tak terkecuali dari tingkat akar rumput.
Ketua Karang Taruna Kelurahan Gunung Sugih, Ma’rufi menegaskan bahwa Aziz adalah figur yang paling memahami anatomi organisasi ini.
“Ahmad Aflahul Aziz adalah sosok yang tepat untuk menahkodai Karang Taruna Kota Cilegon. Beliau bukan kader karbitan, beliau berproses dari bawah. Kami berharap di bawah kepemimpinan beliau, Karang Taruna mampu mengonsolidasikan pengurus secara solid, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga tingkat kota,” tegas Ma’rufi, Selasa (3/3/2026).
Ma’rufi menambahkan bahwa kemampuan konsolidasi ini sangat krusial agar program-program sosial dan kepemudaan dapat berjalan selaras dan menyentuh seluruh lapisan pemuda di Kota Cilegon.
Menuju Karang Taruna yang lebih relevan
sebagai nakhoda baru, kata dia tantangan utama Aziz adalah menyatukan kembali visi para pemuda untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.
Dengan jejaring yang luas, Aziz diharapkan mampu membawa Karang Taruna menjadi mitra strategis pemerintah dalam menangani persoalan sosial dan kepemudaan.
Diberitakan sebelumnya, Ahmad Aflahul Aziz resmi menahkodai Karang Taruna Kota Cilegon setelah terpilih dalam Temu Karya VI yang digelar, Senin (2/3/2026).
Pemilihan ini dipandang sebagai momentum penting bagi organisasi, mengingat rekam jejak Aziz yang dinilai sangat matang di dunia kepemudaan.
Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh strategis, termasuk Ketua OKK Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT), Ketua Carateker, serta Ketua Pengurus Provinsi Karang Taruna (PPKT) Banten.
Kader murni dengan rekam jejak teruji
Aziz dinilai sebagai sosok “darah murni” Karang Taruna yang meniti karier dari nol. Perjalanannya mencakup:
• Ketua Karang Taruna Kelurahan.
• Ketua Karang Taruna Kecamatan.
• Anggota DPRD Kota Cilegon (Fraksi Gerindra) saat ini.
Kombinasi pengalaman organisasi dan posisinya di legislatif menjadikannya figur yang inklusif dan selalu hadir di tengah masyarakat. (luq)







