CILEGON, LINTASBANTEN.COM– DPD Gerakan Mahasiswa (Gema) Al-Khairiyah Kota Cilegon Insiden kepulan asap kuning yang menyelimuti langit Merak Kota Cilegon akibat dugaan kebocoran tangki gas di PT Vopak Terminal Merak pada Sabtu (31/01/2026)
Ketua Formatur DPD Gema Al-Khairiyah Kota Cilegon, Duhriyah secara tegas mengecam insiden ini sebagai bentuk kelalaian nyata terhadap standar keselamatan industri.
Duhriyah juga memberikan pandangannya akibat insiden tersebut kepada perusahaan dan pemerintah daerah:
Duhriyah menekankan bahwa insiden ini merupakan tamparan keras bagi dunia industri di Cilegon.
“Ini adalah ironi besar, kita sedang berada di tengah peringatan bulan K3 Nasional, namun PT Vopak justru menyuguhkan ‘kado pahit’ berupa polusi udara yang mengancam nyawa.
Ia menyebut insiden kebocoran gas ini bukan sekadar kecelakaan teknis, ini adalah bukti lemahnya pengawasan dan pengabaian prinsip keselamatan.
“Asap kuning itu apa kandungannya? Jangan biarkan masyarakat Merak menghirup racun tanpa kejelasan. Kami menuntut transparansi hasil laboratorium terkait dampak lingkungan yang ditimbulkan. Rakyat punya hak atas udara bersih!” ujar Duhriyah.
Duhriyah, dugaan kebocoran ini menunjukkan adanya kegagalan sistem deteksi dini (early warning system). “Jika tangki saja bisa bocor hingga mengeluarkan asap pekat, artinya ada prosedur maintenance yang dilewati. Kami mendesak pemerintah untuk mengevaluasi total izin operasional PT Vopak. Jangan tunggu ada korban jiwa baru bertindak,” katanya.
Gema Al-Khairiyah Cilegon mendesak Pemerintah Kota Cilegon dan pihak kepolisian untuk segera melakukan investigasi menyeluruh atas dugaan kelalaian ini.
“Perusahaan jangan hanya sibuk memikirkan profit dan logistik. Lihat warga di sekitar terminal, buruh, dan anak-anak yang terpapar asap kuning tersebut. Gema Al-Khairiyah akan terus mengawal kasus ini sampai ada pertanggungjawaban nyata, baik kompensasi kesehatan maupun perbaikan sistem yang menjamin kejadian ini tidak terulang,” pungkasnya.(*/red)







