SERANG, LINTASBANTEN.COM – Sudah lama Desa Pondok Kahuru yang berada di Kecamatan Ciomas dikenal sebagai salah satu daerah penghasil Dapros. Kendati demikian, saat ini pemasaran dapros masih dilakukan sederhana. Pembeli biasanya langsung memesan kepada warga desa yang menjual, dengan kebanyakan dijual dalam bentuk belum matang.
Ibu Udoh yang merupakan salah satu warga yang memproduksi dapros, yang dimana usaha nya ini sudah berdiri cukup lama. Ia mengaku dalam menjalankan usahanya di bantu oleh anak dan tetangga sekitar rumahnya. “Saya kalau bikin dapros kalau ada pesanan saja dan paling stok beberapa untuk yang kalau tiba-tiba ingin beli,” kata Udoh.
Seperti diketahui, dapros merupakan kerupuk berbentuk bunga mawar yang terbuat dari tepung beras yang sudah dibumbui dan di kukus. Bu Udoh menjualnya dengan harga Rp. 5.000/6pcs.
Penanggung Jawab Proker Bidang UMKM di KKM Kelompok 62 Uniba Desa Pondok Kahuru, Esti mengatakan pihaknya memiliki ide untuk melakukan inovasi terhadap salah satu olahan kerupuk dapros tersebut. “Kami ingin memberikan inovasi rasa ikan pada olahan daprosnya yaitu menggunakan ikan cue karna tekstur daging ikan yang lembut dan lebih mudah dipisahkan dari duri nya juga baunya yang khas dibanding ikan yang lain,” tuturnya.
Selain itu, kata Esti tak hanya inovasi rasa ikan, pihaknya pun membuatkan NIB (Nomor Induk Berusaha) untuk dapros bu Udoh. Nomor Induk Berusaha berfungsi sebagai tanda pengenal usaha, untuk usaha perorangan dan non perorangan (perusahaan). Dengan mempunyai Nomor Induk Berusaha, pelaku usaha bisa mengajukan izin usaha dan izin komersial atau operasional.
“Kami juga membuatkan desain stiker untuk packaging, spanduk, dan memberikan alat sealer. Dengan memberikan rasa baru pada olahan dapros bu udoh, kami berharap dapat meningkatkan target penjualan UMKM dapros yang bukan hanya dari desa pondok kahuru, tapi juga dari daerah lain di luar Ciomas, dan setelah ini kami akan melakukan branding dan pemasaran untuk UMKM,” terang Esti.
Dosen pembimbing lapangan KKM 62 Universitas Bina Bangsa, Rika Kartika sangat mendukung program kerja KKM 62 utk melakukan inovasi terhadap produk dapros Ibu Udoh. “Inovasi produk adalah salah satu strategi pemasaran dalam bisnis/usaha. Melalui beberapa inovasi dilakukan Untuk dapros Ibu Udoh. Tujuan dilakukannya inovasi pada dapros Ibu Udoh ini yaitu untuk dapat lebih mengangkat minat daya beli masyarakat terhadap dapros Ibu Udoh bukan hanya disekitar Desa Pondok Kahuru, namun juga pembeli dari daerah lainnya,” tutupnya. (boy/red)











