LINTASBANTEN.COM – Dinding-dinding rumah yang mulai rapuh dan atap yang sering bocor kini tak lagi menjadi mimpi buruk bagi Sandi.
Pria berusia 25 tahun asal Cilegon ini baru saja mendapatkan “durian runtuh” yang tidak pernah terlintas dalam pikirannya sedikit pun. Di tengah himpitan ekonomi sebagai buruh serabutan, Sandi terpilih menjadi salah satu penerima manfaat program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-128 tahun 2026.
Momen haru pecah di Lingkungan Serut Rt 02 RW 07, Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon. Sandi yang sedang menjalankan aktivitas kesehariannya tiba-tiba didatangi oleh puluhan anggota TNI, karyawan BUMN, hingga personel Polri.
Di garda terdepan, tampak Komandan Kodim (Dandim) 0623 Cilegon, Letkol Inf Imam Buchori, memimpin langsung rombongan tersebut untuk membawa kabar bahagia.
Bagi Sandi, rumah tersebut bukan sekadar bangunan fisik. Ada kenangan mendalam yang tersimpan di sana, meski kondisinya memprihatinkan. Sebagai pria kelahiran tahun 2001 yang telah berkeluarga dan memiliki satu orang anak, beban hidup yang dipikulnya cukup berat, apalagi ia harus berjuang seorang diri tanpa orang tua di sisinya.
Sandi tidak bisa menyembunyikan rasa tidak percayanya saat melihat puluhan petugas berseragam berkumpul di depan rumahnya. Dengan suara bergetar, ia mengungkapkan rasa syukur yang mendalam.
“Jujur saya kaget saja. Karena sejak kecil saya ditinggal oleh orang tua dan punya kenangan tersendiri dari rumah ini. Bahkan sampai saat ini masih tidak percaya kalau Pak Dandim ngga datang,” katanya, Kamis (23/4/2026).
Latar belakang Sandi mencerminkan perjuangan banyak pemuda di pinggiran kota besar yang berdampak pada ekonomi. Sebelum menjadi buruh bangunan serabutan, ia sempat memiliki pekerjaan tetap, namun badai pandemi Covid-19 mengubah segalanya.
“Dulu sempat kerja di tahun 2020, tapi pas Covid nggak lagi. Sekarang ikut kerja kalau ada rumah yang mau dibangun. Saya buruh bangunan dengan penghasilan tentu saja,” ujarnya sambil menahan tangis.
Program usulan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) ini merupakan bagian dari agenda besar TMMD ke-128. Kodim 0623 Cilegon tidak bergerak sendiri. Mereka merangkul berbagai elemen, termasuk perusahaan-perusahaan pelat merah (BUMN) yang beroperasi di wilayah industri Cilegon.
Letkol Inf Imam Buchori menjelaskan bahwa pemilihan Sandi sebagai salah satu dari 10 kepala keluarga penerima bantuan didasarkan pada kondisi riil di lapangan. Ia ingin memastikan bahwa kehadiran negara, melalui TNI, benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang paling membutuhkan.
Dalam peninjauannya, Letkol Inf Imam Buchori memberikan jaminan bahwa Sandi tidak perlu khawatir tentang pendanaan. Semua proses pembangunan akan dikawal hingga tuntas.
“Tidak usah memikirkan biaya rekonstruksi, kami yang menanggung semua perbaikan rumah ini. Terpenting kamu bisa menjadi pemimpin bagi keluargamu,” tuturnya.
Selain memberikan bantuan fisik berupa bangunan rumah, Dandim 0623 Cilegon juga memberikan wejangan moral kepada Sandi. Sebagai sesama ayah, Letkol Inf Imam Buchori mengingatkan Sandi tentang pentingnya peran kepala keluarga dalam mendidik generasi penerus, terlepas dari keterbatasan ekonomi yang ada.
Pesan ini menjadi pengingat bagi Sandi agar tetap semangat dan bertanggung jawab dalam membesarkan buah hatinya.
“Saya berpesan, didiklah anakmu dengan baik. Karena anak adalah titipan Tuhan. Jadilah seorang bapak yang penuh dengan tanggungjawab untuk mengurus keluarga,” ujar Imam Buchori dengan nada kebapakan.
TMMD bukan sekedar program rutin pembangunan infrastruktur atau fisik semata. Lebih dari itu, program ini memiliki dimensi penguatan ekonomi masyarakat bawah. Di kota industri seperti Cilegon, gambarannya seringkali menjadi tantangan nyata. Oleh karena itu, kolaborasi antara sektor militer, kepolisian, dan industri menjadi kunci.
Imam Buchori menegaskan bahwa gotong-royong adalah ruh dari program TMMD ini. Keberhasilan pembangunan rumah Sandi adalah bukti nyata bahwa ketika semua pihak bersatu, masalah sosial bisa dijelaskan satu demi satu.
“Kami berkolaborasi dengan industri-industri yang ada di Kota Cilegon. Dan tentu saja mengajak semua pihak untuk saling bergotong-royong. Intinya program ini negara hadir untuk masyarakat,” ungkapnya.
Kini, Sandi bisa menatap masa depan dengan sedikit lebih tenang. Rumah yang dulunya penuh keterbatasan, akan segera berubah menjadi hunian yang layak bagi keluarga kecilnya. (luq)












