Malam Kelam Wakil Inggris di Liga Champions: Manchester City dan Chelsea Babak Belur, Arsenal Nyaris Tumbang

LINTASBANTEN.COM – Panggung megah babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 menghadirkan kejutan besar yang memukul telak harga diri klub-klub Premier League.

Dalam rangkaian pertandingan leg pertama yang digelar pada Kamis (12/3/2026) dini hari WIB, tiga wakil Inggris yang berlaga harus menerima kenyataan pahit.

Manchester City dan Chelsea hancur lebur di tangan lawan-lawannya, sementara Arsenal hanya mampu mengamankan hasil imbang lewat drama di menit-menit akhir.

Hasil ini pun mengubah peta persaingan menuju perempat final, menempatkan tim-tim raksasa Inggris dalam posisi yang sangat terdesak.

Kejutan terbesar terjadi di Santiago Bernabeu saat Real Madrid menjamu Manchester City.

Pertandingan yang diprediksi akan berlangsung alot justru menjadi panggung pembantaian bagi sang juara bertahan Premier League.

Real Madrid menghajar Manchester City dengan skor telak 3-0.
Pahlawan kemenangan Los Blancos dalam laga ini adalah Federico Valverde. Pemain asal Uruguay tersebut tampil luar biasa dan menjadi bintang dengan hat-trick ke gawang raksasa Premier League itu.

Keberhasilan Valverde merobek jala City sebanyak tiga kali membuat skuad asuhan Pep Guardiola pulang dengan kepala tertunduk. Dengan kekalahan ini, City kini memikul beban berat untuk membalikkan keadaan di laga kandang nanti.

Manchester City harus menang minimal 3-0 di Etihad untuk memaksakan perpanjangan waktu melawan Madrid. Namun, misi tersebut tidaklah mudah karena Real Madrid dikenal sebagai raja Liga Champions.

Jika ingin lolos, Erling Haaland dkk wajib menang dengan selisih 4 gol di leg kedua. Sebuah tugas yang nyaris mustahil jika melihat dominasi Madrid pada pertemuan pertama ini.

Nasib yang tidak jauh berbeda juga dialami oleh Chelsea saat bertandang ke markas Paris Saint-Germain (PSG). Bermain di Parc des Princes, tim London Barat tersebut tidak berdaya meredam agresivitas lini serang Les Parisiens.

Chelsea juga pulang dari Parc des Princes dengan kekalahan telak. PSG membantai tamunya dengan skor 5-2.

Kekalahan dengan selisih tiga gol ini menempatkan Chelsea di ujung tanduk. Meski berhasil mencetak dua gol tandang, namun kebobolan lima gol menunjukkan adanya lubang besar di lini pertahanan mereka.

Situasi serupa juga dihadapi Chelsea, saat gantian menjamu PSG di Stamford Bridge, 18 Maret mendatang.

Mereka dituntut tampil sempurna untuk bisa mengejar defisit gol yang cukup mencolok tersebut.

Di Jerman, Arsenal juga harus bersusah payah saat menghadapi Bayer Leverkusen. Pertandingan Bayer Leverkusen vs Arsenal tersaji sengit di BayArena, Jerman.

Leverkusen yang tampil disiplin di bawah asuhan pelatih mereka sempat menyulitkan The Gunners sepanjang laga.

Skor akhir 1-1, dengan The Gunners terhindar dari kekalahan lewat penalti di akhir waktu normal. Meski gagal menang, hasil ini setidaknya lebih baik dibandingkan dua rekan senegara mereka.

Hasil imbang di kandang lawan memberikan sedikit nafas bagi skuad Mikel Arteta. Arsenal wajib menang untuk bisa lolos ke perempatfinal, saat gantian menjamu Leverkusen di London.

Keuntungan bermain di hadapan pendukung sendiri menjadi modal utama Arsenal untuk tetap menjaga harapan Inggris di kancah Eropa.

Selain kegagalan wakil Inggris, satu pertandingan lagi memainkan laga Bodo/Glimt vs Sporting CP. Wakil Norwegia, Bodo/Glimt, membuktikan bahwa mereka bukan sekadar tim pelengkap di kompetisi ini.

Wakil Norwegia melanjutkan tren apiknya dengan menang 3-0 atas wakil Portugal tersebut. Kemenangan ini membuat peluang Bodo/Glimt melaju ke babak berikutnya terbuka sangat lebar.

Berikut adalah rekap hasil Liga Champions dini hari tadi:
Bayer Leverkusen vs Arsenal 1-1
Bodo/Glimt vs Sporting CP 3-0
Real Madrid vs Manchester City 3-0
Paris Saint-Germain vs Chelsea 5-2

Malam ini benar-benar menjadi momen tersungkur bagi wakil-wakil Inggris. Sementara misi sulit diemban City dan Chelsea di leg kedua untuk bisa tetap bertahan di kompetisi kasta tertinggi antarklub Eropa ini. Pecinta sepak bola kini menanti apakah keajaiban akan terjadi di daratan Inggris pada pertemuan kedua nanti, atau justru dominasi tim Spanyol dan Prancis yang akan berlanjut. (red)