LINTASBANTEN.COM – Suasana Desa Padasuka Kecamatan Warunggunung di pagi hari sangat cerah. Belasan mahasiswa dan mahasiswi dari kampus Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) AD-Da’wah nampak tersenyum ceria.
15 mahasiswa dan mahasiswi yang tengah melakukan Kuliah Kerja Bermasyarakat (KKB), tengah melakukan gotong royong yakni membuat pagar dari bambu.
Dimana pagar dari bambu tersebut, untuk membatasi warga sekitar yang membuang sampah sembarangan.
Ketua KKB Padasuka STIT AD-Da’wah, Tani, mengatakan, pembuatan pagar merupakan salah satu bentuk karya social pihaknya dalam melaksanakan KKB.
“Ada 3 tempat kami melaksanakan KKB. Di daerah Jagabaya, Cempaka dan kami disini di Desa Padasuka, Kecamatan Warunggunung,” katanya, Selasa (11/8/2026).
Ia menuturkan, selain membuat pagar dari bambu. Kegiatan lainnya selama KKB adalah pengabdian ke masyarakat dan memberikan pemahaman literasi pendidikan.
“Kalau kegiatan banyak juga, seperti rekan-rekan kami mengajar madrasah, peningkatan literasi dalam pendidikan. Kemudian juga pembuatan papan nama untuk sekolah TK, mading dari kayu dan juga papan informasi penguraian sampah,” ujarnya.
Kegiatan ini, kata dia, merupakan salah satu untuk melatih kepribadian, memperluas wawasan, serta belajar memecahkan masalah nyata di tengah warga.
“Jadi, intinya kami membantu, merencanakan dan melaksanakan pembangunan, meningkatkan kemampuan berpikir, serta memberdayakan potensi lokal daerah. Alhamdullilah warga menyambut baik kelompok kami disini,” tuturnya.
Salah seorang mahasiswi STIT AD-Da’wah, Rizqia Suci Imanni, mengatakan sampai dengan saat ini dirinya bersama rekan mahasiswa lainnya sudah 30 hari melaksanakan KKB.
“Kami memulai KKB di Desa Padasuka, Kecamatan Warunggunung ini dimulai dari 12 Juli. Artinya kami sudah sebulan berada disini,” ucapnya.
Ia berharap, keberadaan dirinya Bersama rekan-rekannya dapat memberikan manfaat bagi warga Desa Padasuka, Kecamatan Warunggunung.
“Harapannya, semoga keberadaan kami disini mudah-mudahan bermanfaat bagi warga sekitar. Dari apa yang tidak tahu menjadi tahu, dari apa yang tidak paham menjadi paham dan dari yang tidak mengerti menjadi mengerti,” ungkapnya. (red)












