Bentengi Generasi Muda dari Judi Online dan Narkoba, 220 Santri Bina Insan Kragilan Wisuda Khatmul Qur’an

LINTASBANTEN.COM – Di tengah ancaman dekadensi moral yang semakin nyata di era digital, pendidikan berbasis karakter dan agama menjadi garda terdepan bagi para orang tua.

Hal ini tercermin dalam kesuksesan Yayasan Bina Insan Kragilan yang kembali menggelar Wisuda Khatmul Qur’an ke-5 bagi santri jenjang SDIT dan SMPIT Al-Qur’an Bina Insan Kragilan, Kabupaten Serang, Sabtu (1/8/2026).

Bertempat di Rachmatoellah Convention Hall Universitas Serang Raya (Unsera), acara ini menjadi momen emosional sekaligus membanggakan. Sebanyak 220 santriwan dan santriwati resmi diwisuda setelah dinyatakan lulus dalam pengujian hafalan serta kelancaran membaca Al-Qur’an.

Angka ini menunjukkan tren positif di dunia pendidikan Kabupaten Serang, mengingat jumlah lulusan meningkat tajam dibandingkan tahun lalu yang hanya diikuti 151 peserta.

Ketua Yayasan Bina Insan Kragilan, Solihin, menyatakan rasa syukurnya atas pencapaian para siswa tersebut. Peningkatan kuantitas wisudawan ini dianggap sebagai bukti kepercayaan masyarakat yang semakin besar terhadap institusi pendidikan berbasis Al-Qur’an.

“Alhamdulillah pada momen Wisuda Khatmul Qur’an Yayasan Bina Insan yang ke-5 ini, kita mewisuda 220 siswa dari SDIT dan SMPIT,” kata Solihin.

Ia menerangkan bahwa para santri yang diwisuda mencakup berbagai kategori, mulai dari tartil hingga tahfiz hafalan Al-Qur’an juz 1, 2, 3, 28, 29, dan 30. Program ini merupakan pilar utama yayasan yang tidak hanya sekadar syiar agama, tetapi juga bagian dari persiapan jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.

Menariknya, kelulusan para santri ini tidak didapat secara instan. Solihin menekankan bahwa yayasan menerapkan standar kualitas yang sangat ketat melalui kerja sama dengan Metode Ummi Daerah Serang di bawah kepemimpinan Pembina Ustaz Syaifullah. Sebelum naik ke panggung wisuda, para santri harus melewati serangkaian ujian yang menguras tenaga dan pikiran.

“Ujian kita sangat ketat. Ada yang disebut dengan munaqosyah: pra-munaqosyah, munaqosyah ke-1, 2, dan 3, hingga akhirnya wisuda,” jelas Solihin.

Ketegasan dalam proses seleksi ini bertujuan agar kualitas lulusan benar-benar terjamin, bukan sekadar seremoni belaka. Dukungan penuh dari orang tua murid juga menjadi kunci keberhasilan acara tahunan ini. Banyak wali murid yang terlibat aktif, baik secara moril maupun materil, demi memuliakan para penghafal Al-Qur’an.

“Sejauh ini sambutan dari wali murid sangat positif, sangat positif. Bahkan ini mereka menyatakan bahwa kegiatan seperti ini harus senantiasa dilaksanakan setiap tahunnya. Karena ini salah satu bentuk yayasan memuliakan para pejuang atau pecinta Al-Qur’an, dan wali murid pun akhirnya sangat mendukung, mengapresiasi, bahkan tidak jarang ada yang bahkan ikut membantu, baik itu secara moril maupun materil,” tegasnya.

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Kabupaten Serang, Muhammad Najib Hamas, memberikan apresiasi mendalam.

Menurutnya, di tengah gempuran teknologi, interaksi dengan Al-Qur’an adalah solusi paling efektif dalam membangun ketahanan keluarga dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“Al-Qur’an ini memang menjadi spirit dan motivasi kita semua dalam rangka membangun serta meningkatkan kualitas SDM di Indonesia. Saya berpesan kepada para orang tua agar tetap menjadikan ini bagian dari ikhtiar membangun ketahanan keluarga menuju terwujudnya Kabupaten Serang Bahagia,” tutur Najib Hamas.

Lebih jauh, Najib memberikan peringatan keras mengenai ancaman non-militer yang saat ini menghantui anak-anak muda di Indonesia, khususnya di wilayah perkotaan besar.

Ia menyoroti fenomena judi online (judol), narkoba, hingga pergeseran nilai sosial yang bisa merusak masa depan bangsa.

“Salah satu ancaman negara non-militer adalah dekadensi moral yang berhadapan dengan fenomena judi online, peredaran narkoba, dan LGBT. Sesuai arahan Presiden, salah satu penangkalnya harus dimulai dari ketahanan budaya melalui keterikatan dan interaksi bersama Al-Qur’an,” tegasnya.

Ia pun mengajak warga Kabupaten Serang untuk tidak ragu memilih lembaga pendidikan yang memiliki muatan kurikulum karakter dan pendalaman Al-Qur’an.

“Ya, jadi alhamdulillah Yayasan Bina Insan kalau tadi laporan dari pihak yayasan, semakin tahun semakin meningkat. Dan tentunya diharapkan warga Kabupaten Serang khususnya, silakan menyekolahkan anak-anaknya, putra-putrinya di Yayasan Bina Insan dan juga di sekolah-sekolah lain yang muatan kurikulumnya adalah berbasis peningkatan karakter, ya, juga pendalaman terhadap Al-Qur’an,” tukasnya.

Kehadiran sekolah-sekolah Islam Terpadu (SIT) seperti Bina Insan Kragilan juga dipandang strategis oleh legislatif.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Serang, Agus Wahyudiono, menegaskan bahwa sekolah swasta berperan besar dalam menutupi keterbatasan daya tampung sekolah negeri.

“Ini sinergis, karena tidak semua siswa bisa tertampung di sekolah negeri, baik melalui jalur prestasi, afirmasi, maupun zonasi. Sekolah-sekolah IT dan sekolah Islam ini justru membantu pemerintah mensinergiskan pelayanan pendidikan bagi anak-anak yang tidak tertampung di negeri,” jelasnya.

Agus juga memberikan catatan kepada Pemerintah Kabupaten Serang agar memberikan perhatian yang lebih merata kepada sekolah-sekolah swasta.

Menurutnya, sekolah berbasis Islam perlu mendapatkan dukungan bantuan fisik maupun program pendidikan demi mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Serang.

“Harapan kami dari pembina, bantuan pemerintah jangan hanya berfokus pada sekolah negeri saja, tetapi sekolah swasta Islam juga perlu mendapat bantuan. Sebab, upaya meningkatkan tingkat pendidikan dan indeks prestasi di Kabupaten Serang ini ditopang bersama-sama oleh sekolah non-negeri,” tegas Agus.

Keberhasilan Wisuda Khatmul Qur’an ke-5 ini diharapkan menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lainnya untuk terus berinovasi dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlakul karimah yang kokoh. (luq)