CILEGON,LINTASBANTEN.COM– Mobilitas masyarakat pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 menunjukkan tren pergeseran yang menarik, khususnya pada H+1 Natal.
Berdasarkan pantauan data Posko Angkutan Nataru 2025, terjadi peningkatan signifikan pada jumlah pergerakan penumpang yang menyeberang dari Pulau Jawa menuju Sumatera, namun hal ini justru dibarengi dengan penurunan volume kendaraan pribadi, terutama sepeda motor.
Fenomena ini mengindikasikan adanya perubahan preferensi perjalanan kaum urban yang lebih memilih kenyamanan transportasi umum.
Berdasarkan data resmi Posko Merak yang mencakup Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara selama periode 24 jam pada tanggal 26 Desember 2025 (H+1), tercatat total trip kapal yang beroperasi sebanyak 123 trip. Meskipun operasional kapal berjalan normal, lonjakan penumpang pejalan kaki maupun yang berada di dalam kendaraan cukup terasa.
Realisasi total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera pada H+1 mencapai angka 33.910 orang. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 7 persen jika dibandingkan dengan realisasi periode yang sama pada tahun lalu, yang hanya mencatatkan 31.678 orang. Kenaikan ini menegaskan bahwa antusiasme masyarakat untuk menghabiskan sisa libur akhir tahun di Sumatera masih sangat tinggi.
Namun, data statistik kendaraan menunjukkan fakta yang kontras. Kendaraan roda dua atau sepeda motor yang biasanya mendominasi arus mudik jarak dekat, justru mengalami penurunan drastis.
Tercatat realisasi kendaraan roda dua yang menyeberang pada H+1 hanya mencapai 845 unit, atau turun 10,2 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 941 unit. Sementara itu, kendaraan roda empat (mobil pribadi) cenderung stagnan dengan sedikit kenaikan tipis, yakni 3.934 unit atau naik 0,4 persen dibanding tahun sebelumnya sebanyak 3.920 unit.
Yang mengejutkan adalah lonjakan pada moda transportasi massal. Total bus yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera mencapai 430 unit. Angka ini melonjak tajam sebesar 26,5 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu yang hanya 340 unit.
Tren ini menunjukkan bahwa demografi pelancong, yang didominasi oleh Generasi Z dan milenial serta keluarga muda, mulai beralih menggunakan layanan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang kini menawarkan fasilitas semakin mewah dan nyaman, alih-alih lelah berkendara sendiri.
Secara keseluruhan, total kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera tercatat 7.120 unit pada H+1, atau turun 2,1 persen secara year-on-year. Penurunan total kendaraan di tengah kenaikan jumlah penumpang ini menjadi indikasi positif efisiensi transportasi pada Nataru 2025.
Melihat data akumulatif jangka panjang mulai dari H-10 hingga H+1, total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera mencapai 440.701 orang, naik 5,1 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara total kendaraan turun tipis 0,5 persen menjadi 100.999 unit.
Logistik Sumatera ke Jawa Masih Bergeliat
Di sisi sebaliknya, pergerakan dari Sumatera menuju Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Lampung, pada H+1 juga menunjukkan dinamika yang berbeda. Posko Bakauheni mencatat 110 trip kapal beroperasi melayani penyeberangan Selat Sunda.
Realisasi total penumpang yang bergerak dari Sumatera ke Jawa (melalui Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu) mencapai 33.087 orang, naik 2,7 persen dibandingkan tahun lalu. Meski demikian, penurunan pengguna kendaraan pribadi dari arah Sumatera terlihat lebih signifikan.
Kendaraan roda dua turun 6,1 persen menjadi 833 unit, dan kendaraan roda empat turun cukup dalam sebesar 8,5 persen menjadi 3.390 unit.
Namun, sektor logistik tampaknya sedang mengejar target distribusi akhir tahun. Hal ini terlihat dari total truk yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa yang melonjak tinggi mencapai 3.262 unit, atau naik 19,9 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya 2.721 unit.
Kenaikan arus logistik ini menjadi sinyal bahwa aktivitas ekonomi antar-pulau tetap produktif pasca-Natal.
Secara total, kendaraan yang masuk ke Pulau Jawa dari Sumatera pada H+1 tercatat sebanyak 7.874 unit, naik 2,5 persen dari tahun sebelumnya. Akumulasi data dari H-10 hingga H+1 untuk arus balik awal ini mencatat 387.187 penumpang (naik 0,2 persen) dan 96.250 unit kendaraan (naik 4,7 persen).
Bagi masyarakat yang berencana melakukan perjalanan pada puncak arus libur Tahun Baru mendatang, data ini dapat menjadi acuan penting. Kenaikan pengguna bus dan truk yang signifikan mengharuskan pengguna jalan tol maupun akses pelabuhan untuk lebih waspada dan memperhitungkan waktu tempuh.
Pemesanan tiket kapal secara daring jauh-jauh hari melalui aplikasi resmi sangat disarankan untuk menghindari antrean, mengingat volume penumpang pejalan kaki dan pengguna transportasi umum diprediksi masih akan tinggi menjelang malam pergantian tahun 2026. (*/red)







