LINTASBANTEN.COM – Kodim 0623 Cilegon membuka jalan di pedalaman Merak tepatnya di Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon. Jalan sepanjang 2,8 kilometer itu menghubungkan Lingkungan Langon ke Lingkungan Tembulun.
Jalan tersebut dibuat dalam program TNI Menunggal Membangun Desa atau TMMD ke-128 yang dikomandoi oleh Kodim 0623 Cilegon. Proyek garapan prajurit TNI ini dirancang untuk mempermudah akses warga hingga mendongkrak perekonomian di wilayah tersebut.
Sebelumnya, warga sekitar harus melintasi jalan memutar dengan jarak 3,6 kilometer dengan waktu tempuh 20 menit, dengan kondisi lebar jalan hanya 3 meter.
Setelah pembukaan jalan program TMMD ini masyarakat bisa melintas hanya dengan jarak 2,8 kilometer dengan waktu tempuh 15 menit dan kondisi jalan lebih lebar yakni 8 meter.
Kepala Tim Pengawasan dan Evaluasi TMMD ke-128 di TMMD Kodim Cilegon, Brigjen TNI Donny Pramono bahkan meninjau langsung lokasi pembukaan jalan yang dikomandoi Kodim 0623 Cilegon itu.
Dalam tinjauannya, Donny Pramono didampingi Komandan Kodim atau Dandim 0623 Cilegon, Imam Buchori dan Wali Kota Cilegon, Robinsar. Tak hanya jalan yang dibuka prajurit TNI, Donny juga meninjau sejumlah pembangunan fisik dalam program TMMD di Cilegon salah satunya rumah tidak layak huni (Rutilahu) yang disupport oleh PT Indonesia Power Suralaya.
“Tadi kita lihat sendiri dan juga telah dipaparkan oleh Dandim, untuk pengerjaan fisiknya adalah pembukaan jalan. Ini sangat strategis kalau saya lihat, karena menghubungkan dari kampung ke kampung,” katanya kepada awak media, Selasa (12/5/2026).
Menurut Donny, jalan yang dibangun dalam TMMD memang tidak bisa langsung dibangun dalam kondisi bagus dan dilakukan bertahap. Namun, ia yakin perbaikan akan tetap berlanjut baik melalui TMMD selanjutnya ataupun program pemerintah daerah.
“Bisa kita lihat, ini cukup lebar, bagus dan memadai. Memang kegiatan TMMD ini tidak bisa langsung jalan itu sempurna, untuk tahun ini mungkin bisa kita laksanakan pembukaan jalan, kemudian nanti pemadatan bisa pada TMMD berikutnya atau dari program pemerintah,” paparnya.
Kata Donny, dari hasil peninjauan, pengawasan dan evaluasi yang dilaksanakan pertengahan bulan. Pengawasan dilakukan untuk melihat presentase pekerjaan fisik TMMD ke-128.
“(Saat meninjau) harapannya sudah 50 persen, tapi yang sudah disampaikan Pak Dandim melalui paparannya semua sudah 70 hingga 80 persen, sudah melewati dan mencapai target. Tentunya yang 20-30 persen akan diselesaikan sampai penutupan nanti,” terangnya.
Lebih lanjut, Donny memastikan pembukaan jalan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Baik untuk akses sehari-hari hingga membawa hasil bumi dan menjualnya hingga meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.
“Namanya pembukaan jalan apalagi dari desa ke desa seperti dipaparkan oleh Pak Dandim yang biasanya berputar membutuhkan waktu yang cukup lama, tapi lewat sini bisa lebih cepat dan memangkas cost mungkin. Bisa lebih cepat juga memasarkan hasil buminya, bisa mempercepat untuk kegiatan bekerja dan mencapai tujuan lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Cilegon, Robinsar mengapresiasi sejumlah program pembangunan fisik dalam rangka TMMD ke-128. Ia mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadipenad) dan Dandim 0623 Cilegon yang telah membantu masyarakat mendekatkan akses masyarakat.
“InsyaAllah kita akan followup apa yang urgen, seperti kata Pak Jendral kalau sudah pengerasan, pematangan lahan, apakah drainase dulu atau seperti apa supaya optimal semuanya,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Robinsar juga mengaku banyak mendapat cerita menggembirakan dari masyarakat sekitar soal pembukaan jalan baru yang dikerjakan personel TNI itu.
“Ini memang masyarakat banyak yang mengeluh, kalau jalan yang sudah ada itu muter, masyarakat tadi cerita sangat senang dibuka jalan ini,” jelasnya.
Dandim 0623 Cilegon, Imam Buchori mengungkapkan selain pembukaan jalan sepanjang 2,8 kilometer, TMMD ke-128 ini juga dilakukan pengerasan jalan sepanjang 1,8 kilometer.
“Kegiatan ini tentunya selaras dan sinergi dengan Pemda, jadi kita tidak berdiri sendiri, Pemda juga tidak berdiri sendiri, sehingga hasil dari musrenbang benar-benar mewadahi dari masyarakat,” katanya.
“Apa yang disampaikan Tim Wasev (pengawasan dan evaluasi-red), agar dari program TMMD ini harus ditingkatkan. Sehingga apa yang sudah kita lakukan bisa terus dipelihara dan manfaatnya terus dirasakan oleh masyarakat,” ungkap Dandim 0623 Cilegon.
Lebih lanjut, Imam Buchori juga mengungkapkan target penyelesaian proyek fisik program TMMD ke-128 tersebut. “Kami target H-3 sebelum penutupan selesai,” tandasnya. (luq)













