LINTASBANTEN.COM – Peta kepemimpinan di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Cilegon mengalami perubahan signifikan.
Anggota DPRD Provinsi Banten, Ratu Amalia Hayani, kini resmi ditunjuk untuk mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Golkar Kota Cilegon.
Keputusan strategis ini diambil dalam Rapat Pleno DPD II Partai Golkar Cilegon yang digelar di Kantor DPD II pada
Sabtu (23/5/2026).
Langkah ini menjadi babak baru bagi partai berlogo pohon beringin tersebut di Kota Baja, menyusul keputusan mengejutkan dari pimpinan sebelumnya, Ratu Ati Marliati, yang memilih untuk menanggalkan jabatannya di struktur partai demi mengejar jabatan profesional di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Penunjukan Ratu Amalia Hayani, yang akrab disapa Amel, tidak terjadi secara tiba-tiba melainkan melalui proses organisasional yang ketat sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.
Dalam rapat tersebut, sebanyak 36 pengurus yang terdiri dari jajaran DPD II, Pengurus Kecamatan (PK), serta organisasi pendiri dan Pendirian (ormendi) memberikan suara bulat.
Sekretaris DPD II Golkar Cilegon, Mohammad Nasir, yang bertindak sebagai pimpinan rapat pleno, menegaskan bahwa proses ini telah memenuhi syarat konstitusi partai. Kehadiran para pemilik suara yang dinilai sudah lebih dari cukup untuk melegitimasi keputusan tersebut.
“Alhamdulillah, sesuai mekanisme organisasi yang mampu memberikan kehadiran rapat pleno sesuai AD ART adalah itu sebanyak 39 orang ditambah dengan ormendi. Alhamdulillah ormendi hadir semua, dari 39 itu yang tidak hadir itu ada 3,” ujar Nasir saat memberikan keterangan kepada awak media pasca-rapat.
Meskipun keputusan di tingkat kota sudah diambil secara aklamasi, Nasir menjelaskan bahwa tahapan administrasi tetap harus dilanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi. Pasalnya, kewenangan yang mengeluarkan Surat Keputusan (SK) berada di tangan pengurus provinsi.
“Jadi sesuai mekanisme organisasi, ini sudah kuorum dan keputusannya alhamdulillah secara aklamasi, kami mengusulkan, ini baru usulan, walaupun kami putuskan disini, tetap kami usulkan ke DPD I Golkar Provinsi Banten karena yang memberi SK itu Provinsi Banten,” sambung Nasir.
Publik sempat bertanya-tanya mengenai alasan dibalik mundurnya Ratu Ati Marliati dari pucuk pimpinan partai di Cilegon.
Nasir mengungkapkan bahwa pengunduran diri tersebut sudah diajukan sejak akhir bulan lalu, tepatnya pada 27 April. Fokus utama Ratu Ati saat ini adalah mengikuti seleksi cakupan di korporasi daerah.
“Jadi Ibu Amel diberi tugas untuk menjadi Plt Ketua DPD Partai Golkar Cilegon paska Ibu Ketua DPD (Ratu Ati Marliati) diri mengundurkan diri pada tanggal 27 April kemarin,” ungkap Nasir.
Keputusan Ratu Ati untuk mundur merupakan konsekuensi logis dari aturan profesionalisme. Sebagai calon komisaris independen di salah satu BUMD Kota Cilegon, ia diwajibkan untuk tidak terafiliasi secara aktif dalam kepengurusan partai politik manapun guna menjaga independensi lembaga.
“Secara faktual seperti itu, syarat untuk menjadi komisaris itu kan, syaratnya kan tidak boleh menjadi pengurus partai,” terangnya lebih lanjut.
Transisi kepemimpinan ini kini menunggu lampu hijau dari DPD I Golkar Provinsi Banten. Tanpa adanya SK resmi dari provinsi, agenda-agenda besar seperti Musdalub belum bisa dipastikan tanggal pelaksanaannya.
Nasir menekankan bahwa menempatkannya dalam posisi menunggu koordinasi lebih lanjut.
“Untuk penentuan (Ketua) definitif itu harus ada musdalub. Persoalan musdalub-nya kapan, kita tunggu SK dari DPD Provinsi dulu,” ucap Nasir menutup pembicaraan.
Sebagai nakhoda baru, Ratu Amalia Hayani menyadari tanggung jawab besar yang ada di pundaknya.
Ia menegaskan bahwa seluruh proses ini telah berjalan transparan dan sesuai koridor partai. Amel kini memfokuskan energinya untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan stabil hingga terpilihnya ketua definitif.
“Mekanisme sudah ditempuh, dan rapat pleno dihadiri hampir seluruh pengurus yang punya suara. Jadi mekanisme sudah ditempuh, hasil pleno ini disampaikan ke Ketua DPD I Golkar Banten,” tegas Amel.
Agenda kerja Amel sebagai Plt tidak hanya terbatas pada urusan internal, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan perayaan hari besar keagamaan.
Mengingat momentum yang berdekatan dengan Idul Adha, konsolidasi kader akan diarahkan untuk kegiatan kemasyarakatan.
Selain itu, tugas utamanya adalah mempersiapkan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) untuk menentukan siapa yang akan memimpin Golkar Cilegon secara tetap.
“Yang saya sampaikan tadi (saat Rapat Pleno), menjelang Idul Adha, kurban, Partai Golkar untuk masyarakat setempat, kemudian kedua muscam. Kemudian raker, kemudian untuk menyusun agenda, mengantarkan ketua definitif dan paling dekat HUT Partai Golkar,” tutupnya. (luq)













