SERANG, LINTASBANTEN.COM – Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 10 Universitas Bina Bangsa (Uniba) telah mengabdi di Kelurahan Kilasah hampir tujuh minggu.
Meski telah banyak kegiatan yang dilakukan mencakup 8 bidang keilmuan (pendidikan dan keterampilan, keagamaan, ekonomi, kepemerintahan, hukum, kesehatan, sosial budaya dan teknologi), namun saat menjelang pekan terakhir masa KKM tahun 2024 mereka justru makin bersemangat dengan program kerja.
Salah satunya yakni memberikan pelatihan kepada remaja, pemuda dan pemudi di lingkungan sekitar menganyam sampah bungkus kopi menjadi barang-barang berguna yang memiliki nilai jual tinggi.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKM 10 Uniba, Ulinnuha mengatakan kegiatan mengasah keterampilan tersebut bertujuan untuk mengajak para remaja agar produktif dengan melakukan aktifitas yang mudah dan hemat, namun dapat menghasilkan sesuatu yang luar biasa. “Kemudian sebagai wujud pengabdian yang nyata sesuai dengan pengamalan tri dharma perguruan tinggi yang ke tiga di bidang keterampilan,” katanya, Kamis (5/9/2024).
Muda-mudi remaja yang berjumlah kurang lebih 20 orang itu tampak sungguh-sungguh mengikuti pelatihan yang dipandu oleh para mahasiswa KKM kelompok 10 yang telah berpengalaman dan ahli dalam pembuatan kerajinan tangan. Para pengajar keterampilan tersebut hampir secara keseluruhan merupakan mahasiswi pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), jadi keahlian dalam mengajarkan kegiatan menganyam bukan sesuatu yang sulit bagi mereka.
Salah satu mahasiswi KKM 10 Uniba, Siti Kadafiah mengatakan untuk menguasai keterampilan ini cukup mudah, apalagi jika punya selera seni dan kreativitas yang tinggi.
“Pasti akan menghasilkan yang bagus, mungkin teknik mengatur pola motif dari bungkus kopi tersebut sehingga terlihat seperti karya profesional, maka harus betul-betul teliti,” katanya.
Pada kegiatan tersebut para mahasiswa yang lain pun turut menganyam. Adapun hasil dari pembuatan keterampilan ini nanti akan ditampilkan pada kegiatan lokakarya tingkat kelurahan, kecamatan dan tingkat perguruan tinggi, serta akan dijadikan ikon pada acara puncak kegiatan KKM angkatan 2024 yakni bazar akbar di Kampus utama Universitas Bina Bangsa (Uniba).
Dikatakan Siti Kadafiah, pelatihan keterampilan membuat kerajinan tangan dari sampah bungkus kopi selain merupakan program kerja di bidang keterampilan namun sebenarnya juga digagas sebagai ide penanaman dan pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat, peduli lingkungan, peka terhadap kebersihan, dan sadar akan pentingnya kesehatan, dengan tidak membuang sampah plastik bungkus kopi. “Satu helai saja, maka sudah menyelamatkan kebersihan lingkungan dan menyehatkan segudang penyakit yang selalu menghadang, baik dalam bentuk polusi udara, pencemaran lingkungan, terlebih penyakit yang menyerang masyarakat, khususnya di lingkungan Kelurahan Kilasah, Kecamatan Kasemen,” terangnya.
Salah satu remaja yang mengikuti pelatihan, Aulia mengaku pelatihan ini sangat bermanfaat karena memanfaatkan barang yang sudah tidak terpakai menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis.
“Tidak menyangka dalam waktu singkat saya bisa membuat pouch cantik, dengan bahan dan alat yang sederhana dan mudah didapat tanpa mengeluarkan modal, saya mau coba buat sendiri di rumah untuk dijual,” ujarnya.
Sampah bungkus kopi yang dipakai untuk pelatihan ini dikumpulkan selama satu bulan sebelumnya. Dari kegiatan, berhasil membuat kerajinan tangan seperti tas jinjing, tas belanja, dompet, kotak tisu, taplak meja mini dan besar, pouch tempat menyimpan ponsel yang memiliki nilai jual tinggi yang laku di pasaran. (boy/red)











