Turun ke Jalan, Kader PKS Cilegon Bagi-bagi Takjil Selama 30 Hari Penuh

CILEGON, LINTASBANTEN.COM – Aksi nyata di tengah masyarakat kembali ditunjukkan oleh para kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kota Cilegon. Memasuki bulan suci Ramadhan, mereka tidak hanya fokus pada ibadah pribadi, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial melalui kegiatan berbagi takjil.

Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap warga, khususnya para pengendara yang masih berada dalam perjalanan saat berbuka puasa tiba.

Berlokasi di kawasan strategis Bonakarta, sejumlah kader dari DPC PKS Jombang dan Purwakarta tampak memadati sisi jalan pada Selasa (10/3/2026). Dengan senyum ramah, mereka menyapa satu per satu pengendara motor maupun mobil yang melintas. Kegiatan ini menjadi sorotan karena dilakukan secara terorganisir dengan melibatkan Struktur Dewan Pengurus Ranting (DPRa).

Salah satu hal yang membedakan aksi PKS Cilegon kali ini adalah konsistensi durasi kegiatannya. Jika biasanya pembagian takjil dilakukan secara insidental, PKS Cilegon telah menjadwalkan aksi ini berlangsung selama satu bulan penuh. Strategi ini dilakukan agar manfaat dari keberadaan partai dapat dirasakan secara merata oleh warga di berbagai titik.

Anggota DPRD Cilegon Fraksi PKS yang juga menjabat sebagai Pembina DPC PKS Jombang dan Purwakarta, Qoidatul Sitta, hadir langsung di lapangan untuk memimpin aksi. Ia menegaskan bahwa pembagian takjil ini telah dipetakan secara sistematis ke seluruh wilayah di Kota Cilegon.

“Kita di bulan Ramadhan ini dari tanggal 1 Ramadhan sampai 30 Ramadhan melakukan pembagian takjil ke seluruh kecamatan se-Kota Cilegon,” ujar Sitta saat memberikan keterangan kepada media di sela-sela kegiatan, Selasa (10/3/2026).

Sitta menambahkan bahwa pembagian ini melibatkan kerja sama antar wilayah agar tidak ada wilayah yang terlewatkan.

“Jadi ini dibagi per wilayah, jadi tiap hari selalu ada pembagian. Baik di Kecamatan Jombang, Purwakarta, Grogol Pulomerak dan sebagainya. Dibagi-bagi tugasnya, di daerah lain juga ada,” tutur Sitta.

Hal ini menunjukkan kekuatan struktur mesin partai hingga tingkat bawah yang tetap solid bergerak meski kontestasi politik besar belum di depan mata.

Dikatakan Sitta, target utama dari pembagian takjil di kawasan Bonakarta ini adalah para pekerja lapangan dan pengendara yang memiliki mobilitas tinggi. Kawasan ini memang dikenal sebagai salah satu titik padat di Cilegon, terutama saat jam pulang kantor yang bertepatan dengan waktu menjelang magrib.

Dalam kepadatan kendaraan, para driver ojek online (ojol) menjadi prioritas utama para kader PKS. Pekerjaan ojol yang mengharuskan mereka tetap berada di atas aspal demi mengejar pesanan seringkali membuat mereka kesulitan mendapatkan asupan berbuka tepat waktu.

Sitta menyatakan, bulan suci Ramadhan ini tidak sekadar untuk menjalankan ibadah puasa saja namun berbagi kebersamaan dengan sesama. Terkhusus kepada pengemudi ojek online (ojol). Ia menekankan pentingnya esensi berbagi di bulan mulia ini.

“Bukan sekedar untuk menjalankan ibadah puasa, tapi kita berbagi. Berbagi bukaan takjil kepada pengendara motor dan mobil terutama abang ojol, kemudian orang yang lewat sekitar di jalan raya ini,” tuturnya.

Selain paket takjil siap santap, para kader juga membagikan kalender serta jadwal imsakiyah yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat sebagai panduan waktu ibadah sehari-hari.

Pembagian takjil ini dipandang sebagai media komunikasi yang efektif untuk mempererat hubungan emosional antara kader partai dengan konstituen di tingkat akar rumput. Pembagian takjil diharapkannya, keberadaan PKS dapat dirasakan oleh masyarakat. Tidak hanya di kampanye Pileg atau Pilkada saja tetap juga pada bulan Ramadhan ini dan momentum lainnya.

Sitta secara terbuka mengakui bahwa meskipun ada potensi untuk merekrut anggota baru, namun niat tulus berbagi tetap menjadi dasar utama kegiatan tersebut.

“Itu mungkin salah satu untuk rekrutmen juga. Tetapi itu kembali ke masing-masing pribadi. Kita tidak mengharapkan itu juga, tetapi PKS hadir di tengah masyarakat bukan saat kampanye saja tetapi setiap momen ada,” tutupnya. (luq)