LINTASBANTEN.COM- Stunting adalah kondisi di mana anak memiliki pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif yang terhambat akibat kekurangan nutrisi kronis, biasanya terjadi pada masa pertumbuhan yang kritis, terutama pada dua tahun pertama kehidupan.
Penanganan stunting pada balita melibatkan pendekatan yang komprehensif dan melibatkan berbagai aspek.
Berikut beberapa langkah yang dapat diambil dalam penanganan balita stunting, sebagaimana dikutip Lintas Banten dari berbagai sumber.
1. Pemeriksaan Kesehatan
Identifikasi dan penanganan kondisi kesehatan yang mungkin menyebabkan stunting, seperti infeksi kronis atau masalah kesehatan lainnya.
Pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak.
2. Nutrisi yang Baik
Pemberian makanan yang bergizi dan seimbang, termasuk asupan protein, zat besi, kalsium, vitamin, dan mineral lainnya.
Pemberian ASI eksklusif pada bayi selama enam bulan pertama kehidupan, dan setelah itu, pemberian makanan pendamping ASI yang tepat.
Memberikan suplemen nutrisi jika diperlukan, di bawah pengawasan tenaga kesehatan.
3. Pendidikan Gizi
Memberikan pendidikan gizi kepada orang tua atau pengasuh untuk memastikan mereka memahami pentingnya gizi yang baik dan cara memberikan makanan bergizi kepada anak.
4. Pantauan Pertumbuhan
Melakukan pemantauan pertumbuhan secara teratur dengan menggunakan kartu pertumbuhan atau metode lainnya.
Mengidentifikasi gejala stunting lebih awal untuk mendapatkan intervensi yang tepat waktu.
5. Perawatan Kesehatan Preventif
Pemberian vaksinasi sesuai jadwal yang ditetapkan untuk mencegah penyakit-penyakit yang dapat mempengaruhi pertumbuhan anak.
6. Stimulasi Perkembangan:
Memberikan stimulasi perkembangan yang sesuai dengan usia untuk merangsang pertumbuhan otak dan perkembangan kognitif anak.
Memberikan perhatian dan kasih sayang yang cukup untuk mendukung aspek emosional dan sosial anak.
7. Konsultasi dengan Tenaga Kesehatan
Berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan untuk mendapatkan panduan dan rencana perawatan yang sesuai dengan kondisi anak.
Penanganan stunting memerlukan pendekatan holistik yang melibatkan orang tua, tenaga kesehatan, dan masyarakat secara umum untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak-anak secara optimal.
Itulah 7 langkah yang bisa digunakan oleh bunda untuk menangani si kecil agar terhindar dari sunting.
Untuk itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten meluncurkan program Pos Terpadu Cegah dan Tanggulangi Stunting Banten atau Poster Cetting Banten.
Program Poster Cetting ini diluncurkan dalam upaya penurunan angka stunting di Provinsi Banten. Program Poster Cetting merupakan upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinkes Provinsi Banten dalam penanggulangan stunting dari berbagai pihak dalam satu wadah agar lebih terintegrasi.
Dalam Poster Cetting terdapat 10 langkah, yaitu, satu, menganalisis berbagai masalah dalam penanganan stunting di Banten sengan metode SWOT (strenght, weeknes, oportunities and threats).
Selain itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten telah menggelar Pelatihan Program Terintegrasi Belanja Cetting pada Poster Cetting beberapa waktu lalu.
Kegiatan itu bertujuan untuk implementasi dan role model pilot project poster cetting di Puskesmas Kunciran Kota Tangerang dan Puskesmas Kasemen Kota Serang tersebut.(*/ADV)







