CILEGON, LINTASBANTEN.COM – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyampaikan pandangannya untuk RAPBD Cilegon 2025. Ketua Fraksi PKS, Qoidatul Sitta mengemukakan, terkait PAD. Menurutnya dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD), Pemkot semestinya dapat meningkatkan inovasi. Beberapa daerah lain juga terdampak hal itu namun justru dapat meningkatkan PAD-nya.
“Tujuh poin alasan yang tercantum pada nota keuangan 2025 h, adalah alasan yang sama dengan tahun sebelumnya yaitu belum optimal. Sehingga Kami melihat tidak ada itikad baik, pemerintah untuk mengoptimalkan potensi kota Cilegon sebagai top lima terkaya di Indonesia,” tuturnya.
Fraksi PKS juga menyoroti terkait beberapa hal pada R APBD 2025 terutama terkait target PAD. Hal itu dengan melihat capaian dari Laporan Prognosis Semester 1 2024 diangka 27 persen, kemudian oktober 57 persen. “Apakah realistis dengan Rancangan PAD 2025. Mohon penjelasannya,” tuturnya.
Kemudian pihaknya juga menyorot terkait program bantuan untuk penerima rumah tidak layak huni. Pada R APBD 2025 terdapat salah satu penerima mendapat bantuan rumah tidak layak huni sebesar Rp 2,1 miliar. “Rumah seperti apa untuk satu orang seharga 2,1 miliar yang dibiayai oleh APBD. Detail untuk program ini mohon diperjelas maksud dan tujuannya. Karena dilihat sekilas uang tersebut diberikan untuk satu individu penerima, dengan nilai yang cukup besar untuk ukuran bantuan rumah tidak layak huni mohon penjelasannya,” tuturnya.
Pihaknya juga menyinggung soal adanya rencana penambahan retribusi penggunaan TKA. Adanya rencana itu, pihaknya mempertanyakannya seperti apa perlindungan kepada tenaga kerja di Cilegon.
“Tenaga kerja asing. Ada penambakan rencana target retribusi penggunaan TKA sebesar Rp 1,5 miliar. Sehingga sederhana kami menilai pemerintah merencanakan utk melakukan penggunaan TKA di Cilegon. Lantas seperti apa perlindungan Pemkot cilegon terhadap nasib pencari kerja atau pengangguran di Cilegon,” tegasnya. (boy/red)







