LINTASBANTEN.COM – Upaya meningkatkan mutu pendidikan dan minat baca di pelosok daerah terus digalakkan melalui berbagai kolaborasi. Salah satu langkah konkret ditunjukkan oleh Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 65 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) yang terjun langsung ke SDN Banyuwangi 2, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang, Banten.
Selama sepuluh hari, terhitung sejak 20 hingga 29 Juli 2026, para mahasiswa ini melakukan transformasi signifikan pada fasilitas literasi sekolah tersebut.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Berdasarkan observasi awal, tim mahasiswa menemukan bahwa ruang literasi di SDN Banyuwangi 2 belum terkelola secara maksimal. Koleksi buku yang ada sering kali terabaikan karena kondisi ruangan yang kurang mendukung kenyamanan siswa maupun guru dalam beraktivitas.
Menariknya, perbaikan ruang literasi ini dilakukan secara swadaya oleh para mahasiswa. Kelompok KKM 65 UNIBA mengambil inisiatif untuk membersihkan, merapikan, hingga mengecat ulang ruangan menggunakan dana pribadi mereka. Tujuannya satu: menciptakan etalase ilmu yang menarik bagi siswa sekolah dasar.
Kepala Sekolah SDN Banyuwangi 2, Suryadi, memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para mahasiswa tersebut. Ia mengakui adanya perubahan besar pada fasilitas sekolah yang dipimpinnya.
“Ruang literasi ini sangat bermanfaat. Sebelumnya ruang tersebut belum tertata dengan baik dan buku-buku yang ada belum dimanfaatkan secara maksimal. Kehadiran mahasiswa KKM membawa perubahan yang sangat baik. Ruangan dirapikan, dibersihkan, bahkan dicat dengan inisiatif dan biaya sendiri. Saya mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan kontribusi yang telah diberikan,” ujar Suryadi.
Selain fisik bangunan, suasana belajar di dalam kelas pun turut mengalami penyegaran. Mahasiswa menerapkan metode pembelajaran interaktif menggunakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang dirancang khusus untuk memicu keaktifan siswa.
Kehadiran sosok mahasiswa di lingkungan sekolah memberikan warna baru bagi para siswa. Hubungan emosional yang terjalin dalam waktu singkat ternyata mampu meningkatkan motivasi belajar anak-anak di Desa Banyuwangi. Hal ini ditegaskan kembali oleh Suryadi saat memaparkan dampak kegiatan tersebut.
“Tentu ada. Siswa merasa senang dengan kehadiran mahasiswa KKM dan terjalin hubungan yang baik antara mahasiswa, siswa, maupun guru. Meskipun waktunya singkat, kegiatan ini sangat membantu. Selain itu, metode pembelajaran yang diterapkan mahasiswa dapat menjadi inspirasi dan referensi bagi guru-guru di sekolah,” ungkapnya.
Senada dengan Kepala Sekolah, Siti Ayu Dewi Lestari selaku Perwakilan Dewan Guru SDN Banyuwangi 2, merasa sangat terbantu dengan adanya pendampingan mengajar ini. Menurutnya, pendekatan yang dibawa mahasiswa membuat suasana kelas menjadi lebih cair dan tidak membosankan.
“Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKM, sama seperti yang disampaikan oleh Bapak Kepala Sekolah. Saya mewakili dewan guru merasa sangat terbantu. Memang setiap kelas hanya mendapatkan pendampingan satu kali, tetapi anak-anak sangat senang. Dalam proses mengajar, saya melihat mahasiswa KKM mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Meskipun hanya satu kali pertemuan, mereka berhasil membawa pembelajaran menjadi lebih menarik,” ujar Siti Ayu Dewi Lestari.
Ia juga menambahkan bahwa meskipun durasi pertemuan terbatas, esensi dari pengabdian ini telah tersampaikan dengan baik.
“Alhamdulillah sangat membantu. Walaupun hanya satu kali pertemuan dan tidak menggunakan perangkat pembelajaran secara lengkap seperti RPP, kami sangat memakluminya karena tujuan utama kegiatan KKM adalah memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan. Yang paling penting adalah kedekatan mahasiswa dengan siswa sehingga mereka menjadi lebih semangat dalam belajar,” ujarnya.
Bagi dewan guru, perubahan fisik pada ruang literasi adalah harapan baru untuk menumbuhkan budaya membaca.
“Respons siswa sangat positif. Saya sempat bertanya kepada beberapa anak mengenai pengalaman mereka belajar bersama kakak-kakak KKM, dan mereka menjawab bahwa kegiatan tersebut seru dan menyenangkan. Hal itu menunjukkan bahwa kehadiran mahasiswa KKM memberikan pengalaman belajar yang berkesan bagi siswa,” katanya.
Mengenai ruang literasi yang kini lebih berwarna, Siti Ayu optimis hal tersebut akan berdampak pada literasi siswa.
“Insya Allah bisa. Ruang literasi yang sekarang menjadi lebih menarik karena dihiasi dengan gambar dan ditata lebih rapi. Sebelumnya ruang tersebut masih sangat sederhana. Kami memang memiliki keterbatasan sarana dan prasarana sehingga belum bisa mengembangkan fasilitas sekolah secara maksimal. Oleh karena itu, bantuan mahasiswa KKM dalam memperbaiki ruang literasi sangat berarti dan diharapkan dapat membuat siswa lebih nyaman serta lebih tertarik untuk membaca,” paparnya.
Program kerja ini digawangi oleh Bidang Pendidikan KKM 65 UNIBA yang dikoordinatori oleh Rani Taurika, serta didukung oleh Yuni Yuningty dan Fatimah Azahro. Mereka menegaskan bahwa pemilihan program ini didasarkan pada kebutuhan riil di lapangan.
“Program kerja ini dilaksanakan berdasarkan hasil observasi yang menunjukkan bahwa sekolah masih memerlukan dukungan dalam proses pembelajaran dan pengembangan fasilitas literasi. Oleh karena itu, kami dari KKM 65 melaksanakan pendampingan belajar mengajar dengan membantu guru di kelas, menyediakan LKPD, serta menggunakan media pembelajaran yang menarik agar siswa lebih aktif dan antusias dalam belajar. Selain itu, kami juga melakukan perbaikan ruang literasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman sehingga dapat mendukung peningkatan minat baca siswa di SDN Banyuwangi 2,” tutur Ranita Aurike mewakili timnya.
Mahasiswa berharap apa yang telah mereka mulai dapat terus dirawat oleh pihak sekolah.
“Kami berharap program kerja ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi sekolah. Semoga kegiatan pendampingan belajar mengajar dapat meningkatkan semangat belajar siswa, sedangkan perbaikan ruang literasi dapat menumbuhkan budaya membaca di lingkungan sekolah. Kami juga berharap pihak sekolah terus menjaga dan memanfaatkan ruang literasi dengan baik sehingga siswa semakin tertarik untuk membaca dan menjadikan literasi sebagai bagian dari kebiasaan belajar mereka,” tambah Ranita.
Meski memberikan dampak positif, pihak sekolah memberikan catatan agar durasi KKM di masa mendatang bisa diperpanjang agar program yang dijalankan lebih mendalam.
“Harapan saya, durasi pelaksanaan KKM dapat diperpanjang agar manfaat yang diberikan lebih maksimal. Selain itu, saya berharap seluruh sekolah di desa juga dapat memperoleh kesempatan untuk didampingi oleh mahasiswa KKM,” ujar Suryadi.
Ia juga memberikan saran mengenai diversifikasi keahlian mahasiswa di lokasi KKM.
“Mahasiswa KKM berasal dari berbagai jurusan. Sebaiknya penempatan mereka disesuaikan dengan bidang keahlian masing-masing. Misalnya, mahasiswa dari bidang pendidikan dapat disebarkan ke beberapa sekolah agar manfaatnya dirasakan lebih luas. Jika ditempatkan di satu lokasi, pelaksanaannya dapat dilakukan secara bergiliran. Yang terpenting, durasi pelaksanaan KKM sebaiknya lebih panjang,” katanya.
Siti Ayu Dewi Lestari juga berharap agar ke depannya mahasiswa dari berbagai program studi bisa memberikan edukasi spesifik sesuai keilmuannya.
“Mahasiswa KKM berasal dari berbagai program studi. Oleh karena itu, saya berharap kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya berfokus pada pendampingan belajar mengajar atau bidang pendidikan saja. Akan lebih baik jika setiap program studi dapat memberikan edukasi sesuai dengan bidang keilmuannya. Misalnya mahasiswa bidang ekonomi dapat memberikan edukasi mengenai kebiasaan menabung atau pengelolaan keuangan sederhana kepada siswa, sedangkan program studi lainnya juga dapat memberikan materi yang relevan dengan bidang masing-masing,” jelasnya.
Sebagai penutup, Suryadi kembali menegaskan pentingnya program pengabdian masyarakat seperti ini untuk terus dilanjutkan oleh Universitas Bina Bangsa.
“Kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh mahasiswa KKM di SD Banyuwangi 2 sangat bermanfaat. Hanya saja, saya berharap waktu pelaksanaannya tidak terlalu singkat. Akan lebih baik jika kegiatan berlangsung lebih lama agar program dapat berjalan secara berkelanjutan. Alhamdulillah, kehadiran mahasiswa KKM sangat membantu sekolah kami,” tegasnya.
Dukungan serupa juga mengalir dari pihak kecamatan yang sering menerima laporan positif terkait kehadiran mahasiswa.
“Program KKM sangat membantu, baik di desa maupun di sekolah-sekolah. Kehadiran mahasiswa memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat dan dunia pendidikan. Saya juga sering menyampaikan kepada pihak kecamatan bahwa program KKM ini sangat bermanfaat. Harapan saya, Universitas Bina Bangsa terus melanjutkan program KKM dengan menurunkan mahasiswa ke lapangan agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Terima kasih,” ujar Suryadi.
Pesan hangat juga disampaikan oleh dewan guru bagi para mahasiswa yang telah mendedikasikan waktunya di SDN Banyuwangi 2.
“Tetap semangat dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat. Jaga kesehatan, istirahat yang cukup, dan nikmati setiap proses selama KKM. Semoga pengalaman yang diperoleh selama berada di masyarakat dapat menjadi bekal yang bermanfaat di masa depan. Terima kasih atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan kepada SD Banyuwangi 2,” pungkas Siti Ayu Dewi Lestari. (luq)







