LINTASBANTEN.COM – Tantangan bagi generasi muda di era modern kini semakin kompleks. Tidak hanya harus berhadapan dengan dinamika pergaulan di dunia nyata, mereka juga terpapar risiko di ruang digital yang kian masif.
Menyadari urgensi tersebut, Tim Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 65 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) mengambil langkah preventif dengan menggelar sosialisasi pergaulan bebas yang berfokus pada pembangunan karakter siswa.
Kegiatan edukatif ini mengusung tema “Be Smart, Be Safe, Be Yourself” dan dilaksanakan pada Jumat (31/7/2026). Bertempat di MTs Al-Khairiyah Banyuwangi, Jalan Ki Raden Ireng, Kampung Mesigit, Desa Banyuwangi, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang, Banten, acara ini menyasar para remaja yang sedang berada dalam masa transisi mencari jati diri.
Inisiatif ini datang dari Bidang 3 Sosial, Budaya, Hukum, dan Pemberdayaan Masyarakat KKM 65 UNIBA. Melalui pendekatan yang relevan dengan tren masa kini, mahasiswa berusaha memberikan pemahaman bahwa menjaga diri bukan berarti membatasi pergaulan, melainkan tentang bagaimana bersikap cerdas dan bertanggung jawab.
Pentingnya pemahaman mengenai pergaulan yang sehat tidak bisa ditawar lagi. Di tengah pesatnya arus informasi, remaja seringkali terjebak dalam gaya hidup impulsif tanpa memikirkan konsekuensi jangka panjang. Seminar ini hadir untuk mengisi celah literasi tersebut.
Ketua Pelaksana Kegiatan, KKM 65 UNIBA, Risa Bintang Saecar menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pencegahan pergaulan bebas, tetapi juga membekali peserta dengan kemampuan mengambil keputusan yang tepat serta memahami pentingnya menjaga diri, baik di lingkungan nyata maupun di ruang digital.
Pesan “Be Smart” menekankan pada kemampuan berpikir kritis sebelum bertindak. Sementara “Be Safe” merujuk pada perlindungan diri dari potensi kekerasan atau pengaruh negatif, dan “Be Yourself” mendorong kepercayaan diri agar siswa tidak mudah terpengaruh oleh tekanan teman sebaya (peer pressure).
“Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan edukasi kepada peserta agar mampu menjadi pribadi yang cerdas dalam mengambil keputusan, menjaga keselamatan diri baik di lingkungan nyata maupun digital, serta memiliki rasa percaya diri untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta dapat menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Risa Bintang Saecar.
Suasana di MTs Al-Khairiyah Banyuwangi tampak hidup dengan partisipasi aktif para siswa. Sosialisasi ini tidak berjalan satu arah, melainkan terjadi dialog interaktif yang mendalam. Mahasiswa KKM 65 UNIBA berhasil menciptakan ruang aman bagi siswa untuk bertanya mengenai persoalan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk mengenai batasan dalam berteman dan etika di media sosial.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal tersebut terlihat dari keaktifan mereka dalam mengikuti materi, mengajukan pertanyaan, berdiskusi, serta menyampaikan pendapat mengenai berbagai persoalan yang berkaitan dengan pergaulan remaja dan tantangan kehidupan sehari-hari.
Dampak positif dari kegiatan ini mulai terlihat seketika setelah materi disampaikan. Para siswa diajak untuk mengevaluasi kembali bagaimana mereka bersosialisasi dan bagaimana mereka memandang diri mereka sendiri di tengah masyarakat.
Menurut Risa, setelah mengikuti sosialisasi, peserta mulai menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya bersikap bijak dalam mengambil keputusan, menjaga keselamatan diri, serta berani menjadi diri sendiri tanpa mengabaikan sikap saling menghormati terhadap orang lain.
Transformasi karakter adalah proses jangka panjang yang memerlukan pendampingan berkelanjutan. KKM 65 UNIBA berharap edukasi ini menjadi benih awal bagi tumbuhnya generasi yang lebih tangguh di Kecamatan Pulo Ampel, khususnya di Desa Banyuwangi. Generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat.
Pihak penyelenggara menekankan bahwa pengetahuan yang didapat selama seminar harus menjadi pedoman hidup (way of life). Dengan pemahaman yang tepat, remaja diharapkan mampu menyaring pengaruh budaya luar dan tetap berpijak pada nilai-nilai positif.
Ia berharap materi yang telah disampaikan tidak berhenti sebagai pengetahuan semata, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, para peserta diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi muda yang cerdas, bertanggung jawab, percaya diri, serta mampu memberikan pengaruh positif bagi lingkungan sekitar.
Langkah ini menjadi bukti nyata kontribusi akademisi dalam memitigasi isu-isu sosial di tingkat akar rumput. Komitmen mahasiswa UNIBA dalam pemberdayaan masyarakat diharapkan dapat terus berlanjut demi mencetak calon-calon pemimpin bangsa yang berkualitas.
“Melalui kegiatan bertema “Be Smart, Be Safe, Be Yourself”, Bidang 3 Sosial, Budaya, Hukum, dan Pemberdayaan Masyarakat berharap dapat berkontribusi dalam membentuk karakter generasi muda yang berintegritas dan siap menghadapi tantangan perkembangan zaman dengan tetap menjunjung nilai-nilai positif dalam kehidupan bermasyarakat,” tutupnya. (luq)







