SERANG, LINTASBANTEN.COM – Kelompok 62 KKM Universitas Bina Bangsa (Uniba) bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Rika Kartika mengunjungi petani sawi di Kampung Pancur Sukamulya, Desa Pondok Kahuru Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Sabtu (22/7/2023). Tujuan mereka yakni untuk belajar dan mengetahui budidaya sawi.
Pemilik Kebun Sawi, Sansang mengatakan untuk
memulai budidaya tanaman sawi hal pertama yang perlu diperhatikan adalah teknik pembibitan.
“Tahap ini sangat penting karena menentukan apakah sawi bisa tumbuh dengan baik atau tidak. Pilih benih yang berkualitas agar sawi yang ditanam bisa berkembang dengan baik,” tuturnya.
Dikatakan Sansang, ciri-ciri bibit yang baik adalah bebas dari hama penyakit, daya tumbuh yang tinggi, daya kecambah sekitar 80 persen, dan riwayat induk yang sehat dan produktif.
“Setiap jenis tanaman memiliki teknik pembibitan yang berbeda. Beberapa sayuran perlu disemai terlebih dahulu sebelum di tanam, namun ada yang tidak,” ujarnya.
Meskipun demikian, kata Sansang faktor kecukupan gizi, air, dan pencahayaan juga penting untuk dipenuhi agar bibit bisa berkembang dengan baik.
Selain itu, pengolahan tanah juga sangat penting. Karena kata dia tanah merupakan media yang paling umum digunakan untuk menanam sawi. Tidak heran jika pengolahan tanah menjadi hal yang wajib diperhatikan saat budidaya tanaman.
“Cara untuk menanam sawi agar berhasil adalah dengan menggemburkan tanah dan memastikan lahan memenuhi syarat tumbuh tanaman yang akan ditanam,” terangnya.
Kemudian, kata Sansang setelah tanah diolah dengan baik, bibit yang sudah disemai bisa langsung ditanam di media penanaman.
“Saat menanam bibit, kita perlu memastikan jarak tanam antara bibit satu dengan yang lainnya,” katanya.
“Jarak tanam menjadi salah satu kunci keberhasilan menanam sawi. Jangan terlalu dekat atau terlalu jauh bisa membuat hasil panen sawi tidak maksimal,” tambahnya.
Untuk pemeliharaannya kata dia, setelah bibit sawi ditanam, tentu harus merawat dan memeliharanya agar tumbuh dengan baik dan produktif.
“Cara memelihara tanaman sawi yang tepat harus memperhatikan tiga hal yaitu pengairan untuk memenuhi kebutuhan air, penyiangan atau pemangkasan untuk menstimulasi tanaman agar tetap produktif dan memberikan pupuk untuk memenuhi kebutuhan nutrisi,” paparnya.
Sansang menambahkan untuk mengetahui ciri-ciri sawi yang siap untuk dipanen juga penting untuk diketahui. Lanjut dia, biasanya 20-25 hari sawi yang pertumbuhannya baik sudah siap panen.
“Setelah sawi dipanen, kita perlu memperlakukan sawi tersebut dengan benar agar tidak cepat busuk. Taruh sawi serta simpan sesuai kebutuhan kelembaban, hal ini untuk mencegah sawi tidak busuk dan tetap segar,” tutupnya.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 62 KKM Universitas Bina Bangsa (Uniba), Rika Kartika mengatakan kunjungan ini merupakan kesempatan bagi mahasiswa Kelompok 62 KKM Universitas Bina Bangsa untuk ikut serta dalam budidaya tanaman sayur sawi di lahan kebun milik pak Sansang di Desa pondok Kahuru dan merupakan bagian dari kegiatan yang sangat produktif.
“Melalui penanaman benih sawi yang di ajarkan secara langsung oleh Bapak Sansang, hal ini menjadi salah satu wadah pembelajaran mahasiswa dalam bercocok tanam, dengan harapan penanaman benih sawi yang dilakukan oleh mahasiswa dan dengan pemeliharaannya yang baik dapat berhasil untuk menghasilkan sawi yang segar,” tandasnya. (boy/red)







