CILEGON, LINTASBANTEN.COM- Kebocoran pabrik kimia PT Chandra Asri Petrochemical yang mengakibatkan bau menyengat bahan kimia di sejumlah kecamatan di Kota Cilegon mendapatkan reaksi dari berbagai elemen masyarakat.
Kebocoran bahan kimia tersebut membuat warga Kota Cilegon mengalami masalah kesehatan, sesak nafas , lemas, pusing dan mual, bahkan sebagian mengungsi ke wilayah Kabupaten Serang pada Sabtu, (2]/1/2024).
Hal tersebut juga disikapi oleh Ketua Umum Pengurus Besar Al Khairiyah KH Ali Mujahidin, pria yang kerap di sapa Haji Mumu ini menyampaikan bahwa PT Chandra Asri Petrochemical harus menghentikan proses produksi sementara sampai masalah tersebut selesai.
Haji Mumu menyampaikan tiga indikator mengapa PT Chandra Asri Petrochemical harus berhenti produksi sementara, alasan pertama adalah dengan peristiwa kebocoran pabrik kimia tersebut menunjukan tidak ada jaminan safety bagi masyarakat dan lingkungan Kota Cilegon yang bisa saja dan kapan saja peristiwa semacam ini terjadi lagi bahkan bisa jadi lebih jauh membahayakan bagi keselamatan dan nyawa manusia khususnya keselamatan dan nyawa warga Cilegon.
“Walikota , Ketua DPRD dan pihak PT. Candra Asri perlu bersepakat dulu untuk menghentikan terlebih dahulu proses produksi perusahaan pabrik kimia yang baru telah membahayakan tersebut sampai benar benar masalahnya selesai terlebih dahulu,” tutur Mumu, dalam keterangan persnya
Alasan kedua adalah persoalan yang sudah terjadi jangan dianggap selesai begitu saja, emua warga Kota Cilegon atau sebagian besar warga Kota Cilegon dilakukan medikal chek up untuk dapat memastikan bahwa dampak peristiwa kemarin betul betul aman bagi kesehatan warga dan dijamin oleh institusi kesehatan bahwa tidak berdampak secara jangka pendek atau jangka panjang.
“Kebocoran yang terjadi baru saja sudah menyengsarakan masyarakat Kota Cilegon , bagai mana jika terjadi peristiwa besar yang jauh lebih membahayakan. Jangan sampai terjadi hari ini, dampaknya bagi kesehatan dan keselamatan di masa yang akan datang,” paparnya.
Alasan yang ketiga adalah, mulai sekarang PT. Candra Asri Petrochemical perlu menjelaskan kepada seluruh masyarakat tentang dampak bahaya pabrik kimia tersebut secara detail dan jujur, karena jangan sampai misalkan potensi malapetaka begitu dekat, justru masyarakat tidak mengetahui karena tidak mendapatkan edukasi yang baik.
“Menurut pandangan kami bencana industri yang akan terjadi di Cilegon mungkin lebih berbahaya dari bencana peristiwa Chernobel, bopal India atau lebih dahsyat dampaknya dari peristiwa bom atom Hiroshima dan Naga Saki,” terang Mumu .
“Dengan demikian demi kebaikan bersama kami minta agar Produksi PT.Candra Asri dihentikan terlebih dahulu sampai beberapa hal penting bagi keselamatan kemanusiaan dipandang benar benar selesai dan aman. Bisnis dan kemajuan ekonomi penting tapi tidak ada yang lebih penting dan paling penting dari orientasi keselamatan dan kemanusiaan, dari sudut pandang apapun,” tandasnya. (Nas/red)







