CILEGON- Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Cilegon sepanjang tahun 2022 mengalami peningkatan yang cukup drastis bila dibanding dengan tahun sebelumnya.
Hal itu disampaikan, Kepala Bidang Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kota Cilegon Febrinaldo saat dikonfirmasi, Senin (16/1/2023).
“Kasus DBD sepanjang tahun 2022 mengalami peningkatan tajam yaitu sebanyak 574 orang dan yang meninggal lima orang. Sedangkan tahun 2021 kasus DBD hanya 192 orang dan yang meninggal empat orang,” katanya.
Menurut Febri, peningkatan signifikan tersebut dinilai wajar lantaran pada tahun 2021 itu masa Covid-19.
“Jadi yang menonjol penyakit Covid-19 pada 2021 itu. Sedangkan tahun 2022 Covid-19 kan sudah mulai reda jadi wajar ada peningkatan,” ujarnya.
Kendati demikian, kata Febri pihaknya terus melakukan himbauan kepada masyarakat melalui Puskesmas, Kecamatan, dan Kelurahan untuk terus melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungan masing-masing agar kasus DBD bisa ditekan.
Selain PSN, Febri juga meminta kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran karena perlu diketahui perjalanan dari larva menjadi nyamuk membutuhkan waktu selama 14 hari.
“Kesadaran masyarakat sangat penting untuk pemberantasan sarang nyamuk. Kalau ada air tergenang atau kaleng-kalengan segera dibuang, bak mandi segera dikuras agar tidak terjadinya jentik-jentik nyamuk,” paparnya.
“Untuk itu PSN bisa memutus rantai dari larva menjadi nyamuk. Jadi masyarakat jangan beranggapan fogging itu adalah solusi yang terbaik karena fogging itu hanya membunuh nyamuk dewasa, tapi lebih bagus kesadaran PSN yang diutamakan,” imbuhnya.







