CILEGON, LINTASBANTEN.COM – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cilegon mencatat puluhan anak di Kota Cilegon menjadi korban eksploitasi dari Januari hingga September 2023.
Plt Kepala DP3AP2KB Kota Cilegon, Agus Zulkarnain ditemui usai kegiatan Hari Anak Nasional Tingkat Kota Cilegon, Rabu (18/10) mengatakan rata-rata anak yang menjadi korban eksploitasi dengan modus mempekerjakan anak demi mendapatkan keuntungan.
Kemudian Agus, menyebut bahwa akhir-akhir ini marak kasus ekploitasi anak terjadi di beberapa wilayah termasuk di Kota Cilegon.
“Berapa waktu yang lalu kita ketahui ada pemberitaan mengenai anak-anak yang di ekploitasi untuk menjadi sumber ekonomi keluarga yang kita lihat ada di jalan-jalan,” ujarnya kepada awak media saat ditemui di Gedung Batik Cilegon, Rabu (18/10).
Menurut Agus, untuk mengentaskan kasus eksploitasi terhadap anak perlu adanya kerja sama dari sejumlah OPD terkait. “Khususnya dari Satpol PP, kemudian dinas sosial, berkaitan dengan penertiban berkaitan, pencegahan eksploitasi anak dan pekerjaan anak,” tuturnya.
Agus mengakui beberapa anak yang ditemukan mengamen di jalanan yang berada di sekitar jalan di Kota Cilegon. Hal itu termasuk bukti bahwa di Kota Cilegon juga marak kasus eksploitasi anak.
Agus mengklaim bahwa sebetulnya pihaknya sudah sering menyampaikan kepada instansi terkait berkaitan dengan persoalan tersebut.
“Kita juga kadang ada rapat lintas sektor berkaitan dengan terjadinya kasus yang berkaitan dengan kekerasan terhadap anak mengundang opd juga tindak lanjut dari terjadinya kasus yang berhubungan dengan anak,” paparnya.
Meski Agus mengaku belum mengetahui terkait jumlah kasus eksploitasi anak yang terjadi di Kota Cilegon.
Namun Agus menyebut bahwa kurang lebih ada sekitar 47 kasus kekerasan terhadap anak di Kota Cilegon dari Januari-September 2023.
“Untuk kasus eksploitasi belum tau rincinya, namun kalau untuk kasus kekerasan terhadap anak itu ada sekitar 40 an di tahun 2023 ini anak menjadi korban,” tandasnya. (NAS/red)










