CILEGON, LINTASBANTEN.COM- Badan Amil Zakat (Baznas) Kota Cilegon mengumpulkan OPD mulai Lurah, Camat hingga kepala Dinas guna memaksimalkan capaian program gerakan sedekah Rp2.000 perhari.
Berjalan 6 bulan, program yang di gagas Baznas Kota Cilegon tersebut dinilai tidak optimal dalam capaian program.
Seperti diketahui, program itu diluncur langsung oleh Walikota Cilegon Helldy Agustian pada bulan Mei lalu dengan bertujuan dana yang terhimpun disalurkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan melalui Baznas.
Ketua Baznas Kota Cilegon, Taufik Ubaidillah mengungkapkan alesan tidak optimalnya capaian gerakan sedekah Rp2.000 perhari dikarenakan belum terbangunnya kesadaran ASN.
“Kendalanya kesadaran individu juga ada ASN gaptek kemampuan orang untuk berdonasi melalui aplikasi itu masih masih rendah. Kemampuan mengoperasikan aplikasi itu masih bingung bagi umur 50 tahun ke atas ini juga yang menjadi evaluasi kita” kata Taufik
Hal tersebut menjadi perhatian Baznas Kota Cilegon untuk memaksimalkan gerakan sedekah Rp2.000 perhari, pasalnya selama program berjalan baru terkumpul dana senilai Rp92.000.000.
Jumlah itu dinilai kurang maksimal jika melihat jumlah ASN Kota Cilegon, untuk mensiasati pihaknya akan menaruh kotak infak di seluruh kantor pemerintahan sehingga bisa melalui website atau cash.
“Nanti akan kami siapkan kotak sodakoh ke kelurahan kelurahan nanti bisa di setorkan per minggu, per 10 hari atau sebulan sekali bisa supaya bisa didayagunakan dalam rangka meminimalisir atau membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekda Kota Cilegon Maman Mauludin pada kesempatan tersebut menyampaikan permohonan maafnya kepada Baznas Cilegon karena tidak optimalnya sedekah Rp2.000 perhari.
Maman juga akan mendorong setiap hari jumat untuk menyetorkan uang hasil himpunan dana di setiap OPD, karena pemerataan pembangunan masyarakat tidak cukup dengan APBD tapi bagaiana peran ASN sebagai masyarakat juga membantu untuk masyarakat yang kurang beruntung.
“Melalui gerakan inilah dari ASN mensosialisasikan kepada masyarakatnya melalui baznas jadi semua ini dari masyarakat oleh masyarakat dan untuk masyarakat juga,” pungkasnya. (Nas/red)







