CILEGON, LINTASBANTEN.COM – Guru honorer Madrasah, TPQ dan TPA di Kota Cilegon kembali mendemo Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon yang tergabung dalam Guru dan Masyarakat Bersatu.
Aksi unjuk rasa ini digelar di depan gerbang Pemkot Cilegon, dihadiri oleh ratusan guru honorer Kota Cilegon.
Aksi ini juga protes guru honorer dan masyarakat Kota Cilegon atas honor yang tak kunjung dibayarkan. (22/01/2025).
Saat diwawancarai di sela aksis Kordinator Lapangan (Korlap) Aksi Masyarakat dan Guru Bersatu, Martin Al Qassim saat menyampaikan beberapa tuntutan.
“Saya minta kepada Walikota Cilegon agar hak kami honor guru madrasah, kader posyandu, linmas itu dibayarkan,” tegas Martin.
Untuk diketahui, honor yang belum dibayarkan oleh Pemkot Cilegon adalah selama tiga bulan lamanya.
Kendati demikian, para guru telah melakukan tugas dengan baik, sudah melakukan pengabdian dan sudah seharusnya mendapatkan haknya.
Martin juga berharap bisa bertemu secara langsung dengan Walikota Cilegon.
“Kita sudah dalam melalui proses yang panjang, mediasi sudah, ketemu pejabat sudah, tapi kami tidak butuh lagi perwakilan dari Walikota karena sering ditemui jawabannya tidak jelas,” (sob/red)







