LintasBanten.com – Guna mengetahui produksi hingga pemasaran pelaku UMKM. Mahasiswa KKM Kelompok 51 Universitas Bina Bangsa (Uniba) melakukan monev ke salah satu pelaku UMKM di Desa Kurung Kambing, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang.
Salah satu pelaku UMKM Rengginang, Beti mengatakan ciri khas rengginang buatannya yaitu
menggunakan terasi dan juga beras ketan yang di olah menjadi satu. Kemudian setelah itu, di cetak, lalu di jemur selama 24 jam.
“Rengginang ini, bukan hanya di jual di Kabupaten Pandeglang saja, akan tetapi rengginang ini juga dijual ke berbagai kota mulai dari Bogor, Surabaya dan daerah lainnya,” tutur Beti.
Dikatakan Beti, untuk pemasarannya yaitu ialah dari mulut ke mulut kemudian ia juga menjual melalui online seperti memposting di media sosial baik itu Whatsapp, Instagram dan medsos lainnya.
“Ibu menjual rengginang dengan harga Rp40 ribu berisi 50 pcs,” ujarnya.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKM Kelompok 51 Uniba, Muhammad Hifni mengatakan tujuan diadakannya Monev di UMKM rengginang milik ibu Beti ini ialah bertujuan guna mengetahui bagaimana system penjualan yang dilakukan. Selain itu juga bagaimana kualitas dari produk rengginang dan bagaimana kualitas dari system penjualannya baik itu mulai dari packing, logo dan lain sebagainya.
Selain memproduksi rengginang, ia juga memproduksi kripik singkong, kripik pisang dan lain sebagainya. “Ibu Beti juga menjual makanan ringan khusus untuk setiap tahlilan, yang terbuat dari tepung beras yang ditipisin menjadi keripik. Biasanya, UMKM ibu Beti ini ramai pada momen lebaran Idul Fitri, karena banyaknya para pelanggan yang membeli produk yang diproduksi Ibu Beti ini untuk dijadikan buah tangan,” tandasnya. (boy/red)









