CILEGON, LINTASBANTEN.COM – Ratusan pegawai dan stakeholder Kementerian Agama Kota Cilegon melaksanakan sholat ghaib bagi syuhada korban peperangan di jalur Gaza Palestina.
Bertempat di halaman Kantor Kemenag Kota Cilegon Jumat (20/11) sholat ghaib sebgai bentuk kepedulian antar umat muslim.
“Kita perlu ketahui bahwa sesama muslim itu saudara di manapun berada. Di Palestina terjadi peperangan yang belum berhenti mudah-mudahan para syuhada syuhada itu diterima oleh Allah SWT,” ujar Lukmanul Hakim Kepala Kantor Kemenag Kota Cilegon.
Selain itu, sholat ghaib ini juga di tujukan kepada para pahlawan Indonesia yang telah gugur berjuang memerdekan Republik Indonesia.
Momentum ini juga di manfaatkan Kementerian Agama Kota Cilegon untuk menggalang donasi. Donasi di lakukan secara spontanitas paska sholat ghaib.
Dalam donasi tersebut, berhasil terkumpul dana sebesar Rp133.840.500 yang nantinya akan di salurkan melalui lembaga resmi Kementerian Agama Pusat.
“Kita sebagai warga negara yang baik sesama muslim sesama manusia ya harus bisa mendukung atau ikut partisipasi lah membantu kekurangan-kekurangan yang ada di sana,” ungkapnya.
Dengan dilaksanakannya sholat ghaib, ia berharap dapat memberikan ketenangan dan harapan bagi korban yang terkena dampak konflik disana. Kemudian, mengajak seluruh masyarakat Kota Cilegon untuk senantiasa menjaga persatuan sesama anak bangsa, sehingga terhindar dari perpecahan dan peperangan.
“Peperangan ini berhentilah berhenti begitu dan kita sebagai warga Indonesia warga Cilegon khususnya yang aman yang memanfaatkan keamanan ini sebaik-baiknya untuk beribadah dan berusaha,” ujarnya.
Kata Lukman, tanggal 25 November nanti akan dilaksanakan aksi doa bersama lintas agama yang berlangsung di Alun-alun Kota Cilegon.
“Agenda itu ya untuk Palestina dari sisi kemanusiaan kalau tadi khusus pelaksanaannya keluarga besar Kementerian Agama. kalau nanti tanggal 25 hari Sabtu itu ya seluruh komponen agama seluruh agama, tokoh masyarakat, tokoh agama akan kita kumpulkan akan dilaksanakan doa bersama,” tandasnya. (Nas/red)













