SERANG, LINTASBANTEN.COM – Banten jadi kota ke 9, kegiatan Pelatihan Santri Digitalpreneur Indonesia 2023 yang digelar oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari 10 Pondok Pesantren di Banten yang dilaksanakan di Gor Tanara, Pesantren An Nawawi Tanara, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Minggu (24/9/2023).
Program Pelatihan Santri Digitalpreneur Indonesia 2023 kali mengangkat tema “Indonesia Bangkit Santri Mendunia” dibuka langsung oleh Direktur Aplikasi, Permainan, Televisi dan Radio Kemenparekraf RI Iman Santosa.
“Kegiatan ini untuk ketiga kalinya sejak 2021 secara online karena kondisi pandemi covid 19 , kemudian di 2022 kedua kalinya dilaksanakan di 5 Kota, tahun ini di 10 Kota di Indonesia, ini (Banten) Kota ke 9,” kata Iman dalam sambutannya.
Iman menjelaskan, kegiatan ini akan ditutup di Masjid Istiqlal Jakarta, dimana nantinya setiap perwakilan dari 10 Kota terbaik akan diundang dalam acara penutupan.
“Satu kelompok terbaik yang akan dikirim ke acara puncak di Masjid Istiqlal, saya berharap peserta dari sini dapat menampilkan hasil terbaiknya, karena akan terpilih tiga terbaik akan mendapatkan apresiasi lebih,” jelasnya.
Kegiatan ini akan dilaksanakan selama empat hari kedepan dari 24-28 September 2023, dan akan diisi oleh sejumlah mentor setiap harinya yang akan memberikan materi-materi berbagai bidang.
Kemudian dikatakan Iman, para santri juga diajarkan memasukan produk nya secara digital, sekaligus membuat konten medsos yang berisikan syiar Islam dan bernuansa kebangsaan. Pelatihan itu sudah digelar di sembilan kota dan kabupaten, terakhir, bakal di gelar di Cirebon, Jawa Barat. Di era digitalisasi ini, para santri diharapkan melek teknologi dan dunia maya, agar tidak mudah terpapar dengan konten negatif.
“Memang tujuan kami untuk membuat santri melek teknologi di era digitalisasi dan transformasi digital. Kedepan bisa membuat syi’ar digital untuk mengisi ruang publik di internet, masih banyak ruang kosong yang bisa di isi konten positif,” ujar Iman.
Pelatihan selama empat hari kedepan di ponpes Wapres RI itu, para santri diharapkan bisa menjadi produsen konten kreatif bernuansa kebangsaan dan religi. Sehingga menjadi benteng terdepan dari gempuran konten negatif, mengandung SARA, adu domba hingga hoax. Kemenparekraf ingin santri berdakwa secara santai, singkat, namun mengena dengan memanfaatkan jejaring internet dan platform medsos yang ada saat ini. Sekaligus memasarkan produk pesantren melalui e-commerce yang sudah banyak digunakan.
“Kami ingin membuat santri ini, misalkan mereka punya produk kreatif, sarung, kuliner dan lain-lain, itu bisa dipasarkan jauh keluar dari pondok pesantren, lebih luas lagi jangkauannya. Untuk dakwah nya, kita buatkan dakwah melalui podcast, tidak perlu lama, tapi mengena ke masyarakat. Santri preneur ini agar melek teknologi,” jelasnya.
Salah satu santri, Muhammad Yahya mengaku ingin menjadi santripreneur dan memasarkan produknya secara daring. Tak cukup sampai disitu, Yahya yang merupakan salah satu santri di Kabupaten Serang, Banten ini juga ingin menjadi influencer. Dia akan memanfaatkan platform media sosial (medsos), sebagai sarana dakwah.
“Paling juga kalau saya, mau bikin, seperti jualan gitu, konten youtuber yang kreatif,” ujar Yahya, di Ponpes An Nawawi Tanara, Kabupaten Serang saat mengikuti kegiatan Pelatihan Santri Digitalpreneur Indonesia 2023, Minggu (24/9/2023).
Yahya satu dari puluhan santri di Kota dan Kabupaten Serang yang mendapatkan pelatihan digital marketing dan pembuatan konten positif media sosial (medsos). Dia mewakili pondoknya untuk menerima ilmu pengetahuan di pesantren Wapres, KH. Maruf Amien ini.
Dia bersama puluhan santri dan santriwati mendapatkan pelatihan dari banyak ustad, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), hingga Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
“Alhamdulillah dengan adanya pelatihan, program seperti ini, bisa memotivasi, membuat kita-kita sebagai santri, menjadi lebih kreatif dengan membuat konten yang luar biasa kreatif, positif,” tandasnya. (boy/red)











