CILEGON, LINTASBANTEN.COM – Pada 2024, Calon jamaah haji Kota Cilegon tercatat mencapai 600 orang. Jumlah itu merupakan gabungan dari lima Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) se Kota Cilegon dan masih terbilang fluktuatif, lantaran masih ada kemungkinan bertambah dan berkurang hingga hari keberangkatan nanti.
Ketua KBIHU Al-Inayah, Abdul Rojak Junaedi Aziz mengatakan, jumlah calon jamaah haji itu masih terbilang fluktuatif lantaran di setiap tahunnya selalu ada kendala mulai dari kondisi kesehatan sampai keuangan.
“Untuk Cilegon tahun kemarin 600 lebih sekarang pun informasi terkini 600 lebih juga, tapi kita pasti akan ada penambahan terus karena pelunasan belum, civitasi kesehatan belum,” kata dia saat KBIHU Al-Inayah Kota Cilegon menggelar taaruf, pembukaan manasik haji dan manasik haji perdana di Gedung Islamic Center Kota Cilegon, Minggu (10/12/2023).
“Kemungkinan ada yang uzur, ada yang batal karena kondisi keuangan. Makannya kita hitung kurang lebih 600,” sambungnya.
Kemudian, Abdul Rojak mengungkapkan, saat ini biaya keberangkatan ibadah haji di Kota Cilegon dipatok sebesar Rp56 juta per orang. Biaya tersebut sudah mencakup segala fasilitas selama di tanah suci. “Biaya haji Rp56 juta sekian perorang, itu sudah semuanya. Living cost dapet, hotel pesawat, penginapan, bus dapet kaya di pemerintah itu Insyallah,” tuturnya.
Di sisi lain, Abdul Rojak menjelaskan dalam pelaksanaan manasik haji perdana ini selain memberikan edukasi soal pelaksanaan ibadah haji dan umroh, pihaknya juga lebih menekankan soal kesehatan calon jamaah haji yang harus dijaga agar tetap prima hingga hari keberangkatan.
“Kita mensupport jamaah dari sekarang mulai pada yang memiliki kondisi kesehatan yang kurang baik atau sudah punya riwayat untuk berobat supaya pas pemeriksaan sudah siap,” katanya.
Ditempat yang sama, Walikota Cilegon Helldy Agustian mengapresiasi atas terselenggaranya manasik haji perdana yang diselenggarakan oleh KBIHU Al-Inayah. “Ini luar biasa Al-Inayah sudah mempersiapkan persiapannya jauh-jauh hari sebelumnya. Perlu diapresiasi,” ujarnya.
Helldy juga membenarkan bahwa soal kesehatan calon jamaah haji harus menjadi perhatian khusus sebelum hari keberangkatan. “Tahun ini supaya gak kejadian tahun lalu kita siapkan fisiknya terlebih dahulu,” tandasnya. (boy/red)













