Sosok Quinesha Sandrina Kusumah, Mutiara Asal Cilegon peraih Anugerah Anak Indonesia Award 2026

LINTASBANTEN.COM – Kota Cilegon kembali menorehkan tinta emas di panggung nasional. Kali ini, prestasi membanggakan datang dari seorang talenta muda berbakat, Quinesha Sandrina Kusumah.

Di usianya yang masih belia, Quinesha sukses menyabet penghargaan bergengsi Anugerah Anak Indonesia Award (AIA) 2026. Prestasi ini menjadi kado spesial bagi Kota Baja dalam momentum peringatan Hari Anak Nasional ke-42.

Penghargaan tersebut diberikan dalam sebuah seremoni khidmat yang berlangsung di Auditorium Abdul Rahman Saleh, RRI Jakarta, pada Minggu (19/7/2026).

Keberhasilan Quinesha meraih penghargaan ini tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga membuktikan bahwa anak-anak daerah memiliki daya saing yang luar biasa di tingkat nasional, khususnya dalam pelestarian seni dan budaya.

Quinesha Sandrina Kusumah lahir di Cilegon pada 24 Desember 2014. Saat ini, ia baru menginjak usia 11 tahun 6 bulan dan bersiap memasuki bangku kelas VI Sekolah Dasar.

Quinesha merupakan putri dari pasangan Asep Koswara dan Eti Kurniawati. Kedua orang tuanya dikenal sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengabdi di lingkungan Pemerintah Kota Cilegon.

Meski tumbuh di lingkungan keluarga abdi negara, Quinesha memiliki minat yang sangat besar di dunia kreatif. Ketekunannya dalam mengasah bakat sejak dini membuahkan hasil manis dengan dinobatkannya ia sebagai penerima penghargaan kategori Anak Berbakat dan Berprestasi pada bidang Seni dan Budaya.

Menanggapi capaian luar biasa tersebut, Quinesha mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah mendampingi proses kreatifnya selama ini.

“Alhamdulillah, terima kasih atas penghargaan ini. Terima kasih kepada semua pihak atas dukungannya. Semoga saya bisa terus berkarya dan menginspirasi,” kata Quinesha, Selasa (21/7/2026).

Meraih Anugerah Anak Indonesia Award bukanlah perkara mudah. Quinesha harus melewati rangkaian proses seleksi panjang yang dilakukan oleh dewan juri profesional dari AIA. Ajang ini diselenggarakan oleh Kreasi Cipta Muda Berkarya (KCMB) dengan skala dukungan yang sangat luas dari berbagai instansi negara.

Tercatat, ajang ini didukung penuh oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Republik Indonesia, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, serta Kementerian Sosial Republik Indonesia. Tak hanya dari pihak eksekutif, dukungan juga datang dari legislatif melalui DPR RI, khususnya yang membidangi sektor pendidikan dan kebudayaan.

Kehadiran berbagai kementerian dan lembaga tinggi negara dalam ajang ini menunjukkan betapa bergengsinya penghargaan yang diterima oleh Quinesha. Hal ini juga menjadi bentuk pengakuan negara terhadap potensi anak-anak Indonesia yang mampu berprestasi di jalur minat dan bakat masing-masing.
Quinesha terpilih sebagai penerima penghargaan utama kategori Seni dan Budaya bukan tanpa alasan.

Ia dikenal memiliki rekam jejak prestasi yang mentereng, terutama dalam cabang seni tari dan modelling. Bakat seninya ini ia asah secara profesional di bawah naungan pembinaan Rossy Entertainment.

Melalui bimbingan yang tepat, Quinesha telah mengoleksi berbagai gelar juara di tingkat nasional. Kepiawaiannya dalam membawakan tarian tradisional maupun modern, serta kepercayaan dirinya di atas panggung modelling, menjadi nilai plus yang memikat hati para juri.

Deretan prestasi nasional yang sudah ia raih sebelumnya menjadi fondasi kuat dalam penilaian akhir hingga ia berhasil menyingkirkan kandidat lain dari berbagai penjuru Indonesia.

Anugerah Anak Indonesia Award 2026 yang diterimanya menjadi validasi atas kerja keras, latihan rutin, dan dedikasi yang ia berikan selama bertahun-tahun. Keberhasilan ini juga diharapkan dapat memicu semangat anak-anak lain di Kota Cilegon untuk tidak takut bermimpi dan berprestasi di tingkat nasional.

Kisah sukses Quinesha Sandrina Kusumah memberikan perspektif penting bagi para orang tua di era modern, khususnya di kota-kota besar. Dukungan penuh dari orang tua, seperti yang diberikan oleh Asep Koswara dan Eti Kurniawati, menjadi faktor kunci keberhasilan anak dalam mengeksplorasi potensi diri di luar jalur akademik formal.

Sebagai anak dari orang tua yang berprofesi sebagai ASN, Quinesha menunjukkan bahwa keseimbangan antara pendidikan di sekolah dasar dengan pengembangan bakat seni dapat berjalan beriringan.

Kini, nama Quinesha Sandrina Kusumah tercatat sebagai salah satu ikon inspiratif bagi generasi muda Cilegon yang mampu berbicara banyak di level nasional melalui jalur seni dan budaya. (luq)