CILEGON,LINTASBANTEN. COM – pada masa libur sekolah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Cilegon melakukan inovasi jemput bola.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala DPK Kota Cilegon Ismatullah, bahwa saat liburan sekolah pihaknya melakukan inovasi-inovasi pelayanan mengunjungi lapas, mengunjungi masjid-masjid setiap hari jumat dan pusat keramain perumnas cibeber, dan Krakatau Junction (KJ).
“Kita melakukan jemput bola tidak menunggu pengunjung dan kita mempunyai pengunjung tetap yaitu mahasiswa yang menyesalasaikan skripsi, menyusun tesis dan menyusun desertasi. Artinya pengunjung – pengunjung tetap ini mewarnai masa liburan ini semakin nyaman karena kita fasilitasi wi-fi dan fasilatas lainnya,” tegasnya di Kantor DPK Kota Cilegon, (27/06/2024).
Kata Ismatullah, kegiatan pada masa libur sekolah, pihaknya memiliki pelayanan perpustakaan di ruang anak sehingga pada setiap bulan itu anak-anak pada datang ke perpustakaan sudah bisa baca buku.
“Jadi disegment liburan ini tentunya kita memberikan apresiasi kepada pengunjung berupa makanan-makanan kecil kepada usia anak-anak sehingga mereka bisa berlangganan dan kunjungan, mereka bisa cukup lama di perpustakaan itu artinya segmentnya di masa liburan anak-anak yang tidak pergi berlibur pada datang ke perpustakaan,” paparnya.
masih kata Ismat sapaan akrabnya, pihaknya sudah belanja buku sesuai masukan-masukan dari pengunjung karena ada aturan untuk menyusun disertasi skripsi minmal buku terbitannya 2 tahun ke belakang.
“Meskipun judul bukunya sama sedangkan tahun terbitnya sudah usang maka tidak diterima oleh para dosen pembimbingnya maka dari itu kita jadikan aturan harus belanja buku terbitan terbaru meskipun buku itu isinya membahas hal yang sama,” jelasnya.
Lanjut Ismat, pihaknya juga saat liburan sekolah langusng turun ke masyarakat untuk memaksimalkan 3 unit mobil Pusling (Perpustakaan Keliling) dalam rangka memberikan fungsi bahwa literasi itu tidak harus didatangi tetapi harus melakukan inovasi mengunjungi masyarakat sekitar.
“Kita sekarang DPK Kota Cilegon sedang melakukan kalkulasi arsip vital masyarakat dan melakukan kunjungan-kunjungan langsunh kepada masyarakat dalam rangka memberikan pesan bahwa literasi itu tidak boleh terhenti,” pesannya. (Sob/Red).







