SERANG, LINTASBANTEN.COM – Mahasiswa KKM kelompok 36 Universitas Bina Bangsa (Uniba) ikut berpartisipasi dalam kegiatan santunan anak yatim di Desa Pamanuk Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Jum’at (28/7/2023).
Seperti diketahui, anak yatim adalah salah satu kelompok yang membutuhkan perhatian dan bantuan khusus dari masyarakat. Kehilangan orang tua di usia dini dapat menyebabkan dampak psikologis dan sosial yang signifikan pada kehidupan anak-anak.
Untungnya, ada berbagai lembaga dan program sosial yang memberikan santunan anak yatim sebagai bentuk dukungan dan kasih sayang untuk membantu mereka menghadapi tantangan hidup ini.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Mohammad Hifni mengungkapkan santunan anak yatim merupakan bantuan finansial yang diberikan kepada anak-anak yang kehilangan salah satu atau kedua orang tua mereka.
Selain itu, kata dia bantuan ini berperan penting dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka, seperti pendidikan, makanan, pakaian, perawatan kesehatan, dan tempat tinggal.
“Lebih dari sekadar membantu kebutuhan materi, santunan juga memiliki efek emosional dan psikologis yang positif bagi anak-anak yatim,” tuturnya.
Dikatakan Hifni, bantuan ini juga agar memberikan perasaan bahwa mereka tidak sendirian dan diingat oleh masyarakat dapat meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri mereka.
“Salah satu aspek krusial dalam membantu anak yatim adalah memastikan mereka mendapatkan pendidikan yang layak. Pendidikan adalah kunci untuk meningkatkan kesempatan hidup mereka dan membuka pintu masa depan yang lebih cerah. Dengan mendapatkan akses ke pendidikan yang berkualitas, anak yatim memiliki peluang untuk mengembangkan potensi mereka dan mencapai tujuan hidup yang diimpikan. Santunan anak yatim dapat diarahkan untuk biaya pendidikan, seperti biaya sekolah, buku, seragam, dan kegiatan ekstrakurikuler,” paparnya.
Hifni juga menambahkan, selain aspek finansial dan pendidikan, memberikan kasih sayang dan dukungan emosional sangat penting bagi anak yatim. Kehilangan orang tua dapat meninggalkan luka yang mendalam dalam hati mereka. Dengan menjadi bagian dari komunitas yang penuh perhatian dan perasaan, anak yatim merasa lebih aman dan memiliki kekuatan untuk menghadapi tantangan hidup. Keluarga, guru, dan anggota masyarakat dapat berperan sebagai figur penting dalam memberikan dukungan emosional dan kasih sayang ini.
“Santunan anak yatim adalah bentuk konkret dari kasih sayang dan perhatian bagi anak-anak yang kehilangan orang tua mereka. Bantuan ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga memberikan dukungan emosional dan motivasi untuk meraih harapan dan masa depan yang lebih baik. Melalui bantuan finansial untuk pendidikan dan program keterampilan, serta dukungan kasih sayang dari masyarakat, kita dapat membantu anak yatim meraih impian dan potensi mereka, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan produktif dalam masyarakat. Mari bersama-sama peduli dan berkontribusi untuk memberikan harapan kepada anak-anak yatim di sekitar kita,” tutupnya. (boy/red)













