CILEGON, LINTASBANTEN.COM – Persiapan arus Mudik Lebaran 2026 mulai menunjukkan langkah konkret dari para pemain industri besar di Indonesia. Menyadari pentingnya kenyamanan bagi jutaan pemudik yang akan melintasi pulau, Orang Tua (OT) Group secara resmi menjalin kemitraan strategis dengan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).
Kolaborasi ini dipusatkan untuk memperkuat ekosistem layanan di empat gerbang utama penyeberangan nasional yakni Pelabuhan Merak, Pelabuhan Bakauheni, Pelabuhan Gilimanuk, dan Pelabuhan Ketapang.
Langkah ini menandai babak baru dalam sinergi antara sektor swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk meningkatkan standar pelayanan transportasi publik, khususnya pada momen krusial seperti Idul Fitri.
Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di Dermaga 6 Eksekutif, Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Kamis (12/3/2026).
Penandatanganan dilakukan langsung oleh CEO FMCG OT Group, Donny Donata, bersama Direktur Teknik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Nana Sutisna.
Bagi OT Group, langkah ini merupakan konsistensi mereka dalam mendukung infrastruktur transportasi nasional, setelah sebelumnya sukses mewujudkan kerja sama serupa dengan maskapai nasional Garuda Indonesia.
Fokus utama dari kolaborasi dengan ASDP ini adalah memberikan nilai tambah melalui penyediaan produk makanan dan minuman berkualitas di titik-titik kepadatan tinggi.
Lebih lanjur, Donny mengungkapkan bahwa kolaborasi ini adalah bentuk nyata dukungan perusahaan terhadap jasa angkutan yang dikelola oleh ASDP.
“Kita mensupport jasa angkutan bagaimana kita ini ingin memuaskan konsumen Indonesia, para pengguna jasa transportasi, dimana OT Group adalah satu perusahaan yang berkualitas baik, kita ingin menjadi bagian masyarakat Indonesia, kita ingin memberikan yang terbaik, bersama ASDP baik armada, OT Group dari segi kepuasan pelanggan makanan dan minuman, dari kualitas terbaik harga terjangkau, akan memberikan kepuasan pelayanan bagi konsumen Indonesia pengguna jasa,” ujarnya kepada awak media di Pelabuhan Merak, Kamis (12/3/2026).
Pemilihan empat pelabuhan utama yaitu Merak, Bakauheni, Gilimanuk, dan Ketapang bukan tanpa alasan. Jalur-jalur ini merupakan urat nadi transportasi laut yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Sumatra dan Bali, yang selalu mencatatkan pergerakan lalu lintas signifikan setiap tahunnya.
Dengan hadir di lokasi-lokasi strategis ini, OT Group ingin memastikan bahwa produk-produk mereka dapat menemani perjalanan panjang para pemudik.
Kehadiran OT Group di tengah momentum Lebaran diharapkan mampu memberikan kesan positif bagi para perantau yang sedang menempuh perjalanan menuju kampung halaman.
Donny mengatakan bahwa kehadiran mereka bertujuan untuk melengkapi kebahagiaan saat momen Idul Fitri tiba.
“Jadi OT ingin bukan hanya keseharian menemani masyarakat Indonesia. Tetapi kita ingin hadir dalam momentum spesial. Kita tahu mudik Lebaran, momentum spesial masyarakat Indonesia, setelah sebulan berpuasa di hari berbahagia, mereka berkumpul dengan keluarga,” ucap Donny.
Lebih lanjut, ia menambahkan harapan besar dari kerja sama ini bagi para pengguna jasa penyeberangan.
“OT ingin kebahagiaan Idul Fitri terwujud, masyarakat bisa menikmati sarana transportasi yang baik, bisa minum produk yang baik, bisa minum produk kita yang baik ketika mereka sampai ada kesan yang indah,” ucapnya.
Selain aspek layanan konsumen, kerja sama ini juga mencakup aspek branding yang masif. Produk-produk OT Group akan mendapatkan visibilitas tinggi melalui branding pada armada kapal dan area pelabuhan milik ASDP.
Hal ini diharapkan dapat memupuk rasa bangga masyarakat terhadap produk-produk asli Indonesia yang memiliki kualitas bersaing.
Donny menegaskan bahwa kemitraan ini memiliki landasan yang kuat pada visi yang sama antara kedua belah pihak.
“Ini komitmen kita. Tidak berhenti di sini, OT akan bekerja sama dengan BUMN lain, sektor ekonomi dan transportasi lainnya sehingga kita menjangkau seluruh konsumen Indonesia. Komitmen kita agar kita menyatu, kita bisa berbaur dengan konsumen Indonesia,” papar Donny.
Dari sisi regulator dan penyedia jasa, ASDP melihat kolaborasi ini sebagai langkah penting dalam menangani pelayaran penumpang di masa puncak (peak season).
Direktur Teknik PT ASDP, Nana Sutisna, menyatakan bahwa layanan integrasi adalah kunci untuk memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan berkesan.
“Kami menyambut baik kolaborasi ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan bagi pengguna jasa penyeberangan. Melalui kemitraan dengan berbagai pihak, ASDP terus berupaya menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman, aman, dan berkesan bagi masyarakat,” ujar Nana.
Dengan adanya penguatan layanan di empat pelabuhan utama ini, para pemudik di tahun 2026 diharapkan dapat merasakan atmosfer perjalanan yang lebih segar dan terjamin, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi domestik melalui dukungan terhadap produk lokal di fasilitas publik. (luq)













