LINTASBANTEN.COM – Pengertian dan fungsi serta peran masyarakat dalam demokrasi sebagai dasar pancasila, berdasarkan kamus besar Bahasa Indonesia, masyarakat merupakan sejumlah manusia dalam arti seluas-luassnya dan terikat oleh suatu kebudayaan yang mereka anggap sama.
Awal dari masyarakat berasal dari hubungan antar-individu, kemudian kelompok yang lebih besar menjadi suatu kelompok besar orang yang disebut masyarakat.
Dalam buku Pembangunan Masyarakat: Merangkai Sebuah Kerangka (2009) oleh Soetomo, pengertian masyarakat adalah suatu kesatuan yang selalu berubah yang hidup karena proses masyarakat, masyarakat terbentuk melalui hasil interaksi yang terus-menerus antar-individu.
Dalam kehidupan bermasyarakat selalu ditemui kehidupan individu dengan masyarakat yang saling memengaruhi. Pengertian masyarakat juga dapat diartikan sebagai golongan besar atau kecil yang terdiri dari beberapa manusia yang dengan atau karena sendirinya bertalian secara golongan serta saling memengaruhi satu sama lain.
Penggunaa istilah masyarakat dapat menggambarkan bahwa hakikat manusia yang senantiasai ingin hidup bersama dengan orang lain.
Pengertian masyarakat tidak akan bisa dilepaskan dari kebudayaan dan kepribadian. Hal ini karena individu di dalamnya tidak bisa lepas dari nilai-nilai, norma, tradisi, kepentingan, dan lain sebagainya.
Ciri-ciri masyarakat
Masyarakat menjadi bentuk kehidupan bersama manusia. Ciri-ciri masyarakat sebagai berikut:
– Hidup secara berkelompok
– Melahirkan kebudayaan
– Terdapat interaksi antaranggota
– Mengalami perubahan
– Adanya pemimpin
– Memiliki stratifikasi sosial
Berdasarkan buku Teori Sosiologi tentang Perubahan Sosial (1983) oleh Soerjono Soekanto, fungsi-fungsi masyarakat adalah:
– Fungsi adaptasi
Fungsi adaptasi menyangkut hubungan antara masyarakat sebagai sistem sosial dengan sub-sistem organisme perilaku dan dengan dunia fisik organik.
Hal ini menyangkut penyesuaian masyarakat terhadap kondisi lingkungan hidupnya.
– Fungsi integrasi
Fungsi integrasi mencakup jaminan terhadap koordinasi yang diperlukan antyara sistem sosial, khususnya yang berkaitan dengan kontribusi pada organisasi dan berperannya keseluruhan sistem.
– Fungsi mempertahankan
Fungsi mempertahankan pola hal ini berkaitan dengan hubungan antara masyarakat sebagai sistem sosial dengan sub-sistem kebudayaan.
Hal itu, berarti mempertahankan prinsip-prinsip tertinggi dari masyarakat. Karena diorientasikan pada realita yang terakhir.
Fungsi ini menyangkut penentuan tujuan-tujuan yang sangat penting bagi masyarakat dan mobilisasi masyarakat untuk mencapai tujuan tersebut.
Berikut contoh demokrasi di masyarakat di antaranya :
- Pemilihan umum: Warga negara memiliki hak untuk memilih pemimpin politik, seperti presiden, gubernur, walikota, dan anggota parlemen.
- Musyawarah: Dalam musyawarah, semua anggota masyarakat berhak mengikuti dan mengeluarkan pendapatnya.
- Rapat warga: Rapat warga merupakan forum di mana anggota masyarakat dapat mendiskusikan masalah penting, mengemukakan ide, dan mengambil keputusan bersama.
- Pemilihan ketua RT/RW: Pemilihan ketua RT/RW secara demokratis memungkinkan masyarakat untuk memilih pemimpin yang mereka yakini dapat mewakili kepentingan mereka.
“….Dari semua pemaparan di atas dapat kita lihat betapa pentingya literasi bagi anak muda di Indonesia. Karena Pramoedya antara teori pernah berkata bahwa “orang boleh setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah itulah demokrasi di dalam masyarakat dalam kehidupan sehari-hari ” (*)
SAMIN
Mahasiswa Prodi Hukum
Universitas Pamulang PSDKU Serang










