Pelayanan Posyandu Untuk Semua Umur, Dinkes Cilegon Tingkatkan Kapasitas Kader

CILEGON, LINTASBANTEN.COM- Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon mengadakan kegiatan Gerakan Posyandu Aktif yang dilaksanakan di Aula  Dinas Kesehatan Kota Cilegon dan dihadiri oleh PKK Tingkat Kota Cilegon, PKK Kecamatan, Kader Posyandu dan Pj Promkes Puskesmas Se-Kota Cilegon. Kamis (7/3/2024).

Acara dibuka oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, drg. Rully Kusumawardhany, MM dan penyampaian laporan panitia oleh Tenaga Promosi kesehatan  & Ilmu Perilaku Muda, Ibu Sumirah, SKM, MM dan narasumber Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, DR. dr. Ati Pramudji H. MARS.

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, drg. Rully Kusumawardhany,MM mengatakan, pihaknya dalam hal ini berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, perlu adanya kemudahan masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan. 

“Posyandu adalah salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyaralat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan,” tuturnya.

“Berdasarkan Permenkes Nomor. 13 Tahun 2022 indikator Posyandu aktif antara lain : melakukan kegiatan rutin posyandu satu kali sebulan, memberikan pelayanan kesehatan minimal untuk ibu hamil, bayi, balita dan atau remaja, serta memiliki lima orang kader,” sambungnya.

Selanjutnya, pihaknya juga akan mengedukasi semua kader posyandu supaya bisa melakukan tugas promosi dengan baik. Tugasnya tidak hanya mengadakan kegiatan setiap bulan, tetapi juga para kader diharapkan aktif datang dari rumah ke rumah untuk melakukan edukasi.

“Karena berdasarkan Kementerian Kesehatan seorang kader wajib memiliki 25 keterampilan untuk dia bisa memberikan pelayanan di masyarakat, baik selama jam operasional posyandu, maupun di luar jam operasional,” lanjutnya.

Dijelaskannya, jumlah kader Posyandu di Kota Cilegon yakni 2.126 orang. Menurut Rully, jumlah tersebut dirasa mampu menjangkau masyarakat yang tersebar di setiap kelurahan.

“Petugas kesehatan dibantu oleh kader posyandu ini mampu mengubah perilaku masyarakat menuju perilaku yang lebih positif untuk mejingkatkan derajat kesehatan,” jelasnya.

Adapun sejauh ini ada 5 penyakit terbanyak yang diderita oleh masyarakat. Untuk itu, kata Rully, ini sangat penting dilakukan untuk menjalankan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan melalui kader Posyandu.

“Jadi di sini tenaga kesehatan dan kader posyandu itu harus mampu menggerakan, memobilisasi masyarakat itu supaya dia aktif berkunjung ke posyandu, kemudian aktif mendukung kegiatan kesehatan,” pungkasnya.(*/red)

Tinggalkan Balasan