CILEGON, LINTASBANTEN.COM – Puluhan siswa SD Negeri Kependilan Kota Cilegon yang mengalami keracunan di duga usai mengkonsumsi kue pie yang di bagikan oleh orang tidak kenal sebagian besar sudah mulai beraktivitas sekolah.
Kejadian siswa mengalami keracunan masal tersebut bermula saat orang tidak di kenal membagikan sejumlah kue pie dan kue talam secara gratis di SD Negeri Kependilan Kota Cilegon saat jam istirahat.
Setelah beberapa saat paska memakan kue tersebut 32 siswa mengalami pusing kepala, mual hingga muntah bahkan seorang siswa sampai mengalami pingsan.
Menurut pengakuan Aika salah satu siswa yang memakan kue tersebut menyebut kue yang dibagikan dalam keadaan bau atau basi.
Namun, ia bersama teman temannya tetap makan kue yang dibagikan secara gratis tersebut. Bahkan kata Dia teman lainnya ada yang memakan kue sampai 7 buah kue.
“Rasanya Sudah bau sih tapi tetep di makan,” kata Aika saat di temui di Sekolah Jumat 13 Oktober 2023.
Sementara itu, Kepala SD Negeri Kependilan Kota Cilegon Tuti Hendrawati mengatakan sebagaian besar yang mengalami keracunan sudah kembali beraktivitas sekolah.
“Sebagian sudah sekolah, yang masih di rumah itu ada kelas 5, tiga orang, kelas 4, dua orang,” ungkap Tuti.
Tuti mengungkapkan siswa yang di rumah masih mengalami pusing akibat memakan kue yang dibagikan orang tidak dikenal tersebut.
“Kelurahan siswa masih pusing, karena memang kondisi anak yang sedikit agak parah dia baru sembuh dari sakit tentunya antibody dia masih lemah,” katanya.
Tuti mengatakan pelaku yang membagikan kue kepada siswa tersebut sudah tangani oleh pihak kepolisian Polres Cilegon.
Menurut informasi yang di dapat, Tuti menjelaskan pelaku tidak ada unsur kesengajaan meracuni anak anak melainkan hanya membagikan kue yang lupa ia ambil saat acara keluarganya.
“Tidak ada unsur kesengajaan, hanya ingin membagi kue saja karena memang dia ada acara. Kue itu seharusnya di ambil Rabu sore jam 15:00 tapi lupa di ambil terus diambil besok pagi jam 08:00 (kamis, 12/10) terus di bagikan ke siswa,” terang Tuti.
Tuti menyatakan atas kejadian tersebut pihaknya akan lebih memperketat pengawasan terhadap siswanya sehingga peristiwa serupa tidak lagi terjadi.
“Respon orang tua sejauh ini belum ada yang eras atau apa karena memang ini unsur ketidaksengajaan. anak jam istirahat ada yang membagikan kue yaa senang aja,” pungkasnya.(Nas/red)













