CILEGON, LINTASBANTEN.COM- Selama 10 hari penyandang disabilitas tuna netra di Kota Cilegon dilatih public speaking oleh Balai Latihan Kerja (BLK) Disnaker Kota Cilegon.
Pelatihan diikuti sebanyak 20 penyandang tuna netra yang tergabung di Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kota Cilegon. Para tuna netra ini di latih master of ceremony atau MC, posdcast, berpidato, menyiarkan iklan, selain itu peserta juga di latih etika seorang pembicara.
Hikmatullah, Salah satu peserta pelatihan mengungkapkan rasa syukurnya bisa mengikuti kelas pelatihan public. Menurutnya pelatihan ini sangat bermanfaat untuk menunjang kemampuan para penyandang disabilitas khususnya tuna netra.
“Alhamdulillah bersyukur banget dan suatu ilmu baru bagi kita karena selain pelatihan pelatihan ini salah satu pelatihan yang menunjang kita kedepannya untuk mendapatkan penghasilan,” ujar Hikmatullah saat ditemui usai pelatihan, Jumat 15 Desember 2023.
Hikmatullah mengatakan tidak ada kesulitan selama menjalani pelatihan, hal tersebut karena penyampaian instruktur public speaking mudah dipahami.
Dia berharap, pasca pelatihan ini ada follow up dari Disnaker Kota Cilegon untuk membuka peluang penghasilan para penyandang disabilitas tuna netrra.
“Memang kalau sebelumnya kita juga mengikuti pelatihan dari Dinsos dan lain lainnya gitu, cuma kita sering kali tidak ada kelanjutannya seperti itu seharusnya kan ada follow up lagi disalurkan kemana gitu,” harapnya.
Sementara itu, Ketua BLK Disnaker Kota Cilegon, Khairiyah mengungkapkan pelatihan public speaking bagi penyandang tuna netra tersebut merupakan perdana dilakukan.
Pelatihan public speaking bagi kaum tuna netra ini dilaksanakan atas dasar undang undang nomor 8 tahun 2018 tentang penyandang disabilitas, yang menjamin hak kesamaan yang lain di berbagai aspek termasuk aspek pendidikan dan pelatihan.
“Seblumnya pernah mengadakan tapi cuma 1 2 orang aja,tahun ini Alhamdulillah kita khususkan sebanyak 20 orang tuna netra,” katanya.
“Disinilah kita memberikan kesamaan kepada kaum disabilitas. Sebelumnya kan kata mereka hanya ikut pelatihan pijat pijat saja sekarang sudah ada meningkat mencari yang lain yaitu public speaking,” imbuhnya.
Menanggapi, follow up pasca pelatihan Khairiyah mengungkapkan pihaknya sudah menginformasikan kepada perusahaan atau industri bahwa setiap perusahan memiliki kewajiban merekrut kaum disabilitas sebagai karyawan sebanyak 1 persen bagi perusahaan swasta dan 2 persen bagi BUMD.
“BLK hanya melatih, setelah dari sini nanti ke bidang penempatan kerja, bidang penempatan kerja lah nanti yang akan menempatkan peserta pelatihan ke perusahaan,” pungkasnya.(Nas/red)













