Refleksi Hari Perempuan Internasional, Begini Pandangan Aktivis Perempuan Cilegon

CILEGON, LINTASBANTEN.COM- Hari Perempuan Internasional di peringati setiap tanggal 8 Maret, dalam setiap peringatannya aktivis aktivis perempuan merefleksikan hari perempuan Internasional sebagai perjuangan kaum perempuan terutama dalam hal kesetaraan gender.

Ketua Bidang Diklat Kohati Cabang Cilegon, Dede Imah menyampaikan pandangannya terhadap kaum perempuan era sekarang.

Menurutnya, dimasa sekarang gagasan dan konsep tentang kesetaraan gender kini bukan hal yang tabu lagi untuk dibicarakan.

Kendati demikian, masih terdapat benang kusut terhadap permasalahan kaum perempuan di Indonesia yang belum mendapatkan solusi seperti ketidaksetaraan nilai upah dan kekerasan kepada kaum perempuan.

“Kini, perempuan memiliki kesempatan untuk berada di wilayah pemerintahan, kesetaraan yang lebih besar dalam hak-hak legislatif dan juga perlu adanya apresiasi terhadap pencapaian mereka di berbagai bidang. Akan tetapi terdapat sejumlah benang kusut dalam permasalahan perempuan yang belum terpecahkan, seperti masih adanya ketidaksetaraan upah antara perempuan dan laki laki terutama kasus-kasus kekerasan dalam ranah domestik yang lebih dominan dialami oleh perempuan,” tutur Dede kepada lintasbanten.com, Sabtu (9/3/2024).

Untuk itu, Dede menegaskan hari perempuan bukan hanya sekedar seremonial belaka, melainkan harus bisa dimaknai lebih terutama bagi kaum perempuan itu sendiri.

“Selamat hari perempuan, untuk perempuan-perempuan hebat yang pundaknya seperti baja dan kasih sayangnya selembut sutra. Karna perempuan adalah pilar penting dalam membangun masa depan yang lebih baik,” tandasnya.(Nas/red)

Tinggalkan Balasan