CILEGON, LINTASBANTEN.COM – Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Cilegon, Fatahillah secara resmi melantik pengurus Dewan Pengurus Kelurahan (DPKEL) BKPRMI tingkat kelurahan se Kota Cilegon.
Pelantikan yang berlangsungnya di Aula Diskominfo Kota Cilegon, Sabtu 28 Oktober 2023 itu dihadiri oleh Wakil Walikota Cilegon Sanuji Pentamarta, Wakil DPRD Kota Cilegon Nurottul Uyun dan seluruh pengurus BKPRMI Kota Cilegon.
Fatahillah menyampaikan tugas ke depan, para pengurus diminta untuk membentuk seluruh Remaja Islam Masjid (Risma) baik di masjid maupun di mushola yang ada di lingkungannya masing-masing.
Sebab, kata Fatahillah, di Kota Cilegon ini ternyata dalam satu RW terdapat 5-6 masjid. Sementara pengurus saat ini, baru ada sekitar tiga pengurus setiap RW.
“Setelah dilantik ini kami berikan sepenuhnya seluas-luasnya untuk menginovasi, melaksaksanakan berbagai macam strategi, untuk memakmurkan masjid di lingkungan masing-masing,” kata Fatahillah.
Ketua DPD BKPRMI Kota Cilegon, Fatahillah mengatakan bahwa saat ini di 43 kelurahan di Kota Cilegon sudah ada pengurus remaja masjid.
“Saat ini sudah ada 462 masjid yang sudah masuk dalam binaan kami dan sudah dibekali nomor unit risma, dibekali SK dan lainnya,” terangnya.
Untuk itu, setelah mereka dilantik, kata dia, para pengurus diberikan sepenuhnya untuk menjalankan program terbaik sesuai yang diharapkan masyarakat.
Disampaikan Fatahillah, para remaja masjid ini disiapkan selain untuk memakmurkan masjid juga disiapkan untuk menjadi penerus masa depan.
“Kita menyiapkan generasi muda di masjid, karena rata-rata saat ini yang aktif hanya orang tua, kalau generasi mudanya ada, ketika ke depan para tokoh tidak kuat atau sakit nanti pemuda masjid yang menggantikan perannya,” tukasnya.
Sementara itu, Wakil Walikota Cilegon, Sanuji Pentamarta berpesan kepada para pengurus agar bisa memperbaiki manajemen dalam beroganiasi.
“Perbaiki manjemennya, fastabiqul khairat, mengutakan, konsolidasi dan koordinasi itu penting,” ungkapnya.
Saat ini, kata Sanuji, di Kota Cilegon memiliki cadangan pemuda yang jumlahnya sekitar 110.000 jiwa dengan rentang usia 16-30 tahun.
“Apabila mereka terlibat aktif di mesjid, mereka berdaya di mesjid, saya kira bagus sekali untuk pembangunan mental, moral dan hal lainnya,” katanya.
Sanuji berpesan kepada para pengurus yang baru saja dilantik, agar terus menjadikan masjid yang ideal dan aktif berkegiatan di masjid.
“Kegiatannya harus yang beragam yang disenangi para milenial, harus ditingkatkan pengelolanya dan bisa sinergi dengan pengurus dkm,” jelasnya.
Selain itu, Sanuji berharap agar para pihak DKM di setiap masjid bisa ikut mendampingi dan memberikan pelatihan kepada para remaja masjid.
“Anak-anak muda yang aktif ini harus dilatih untuk adzan, iqomah dan dilatih jadi imam. Karena sekarang ini, sedikit yang bisa jadi imam, maka mereka harus dilatih jadi imam,” pungkasnya. (Nas/red)









