Strategi Dana Taktis TP Rachmat: Lepas 60,82 Juta Saham ESSA, Kantongi Rp45,88 Miliar

LINTASBANTEN.COM – Investor kawakan sekaligus satu tokoh bisnis papan atas tanah air, Theodore Permadi Rachmat atau yang akrab disapa TP Rachmat melaporkan baru saja melakukan aksi korporasi dengan melepas sebagian kepemilikan sahamnya di PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA).

Tidak tanggung-tanggung, dari hasil divestasi tersebut, sang taipan berhasil mengantongi dana segar mencapai miliaran rupiah.

Berdasarkan data yang dihimpun, TP Rachmat mengantongi dana taktis Rp45,88 miliar dari hasil penjualan jutaan lembar saham ESSA yang dilakukan secara bertahap dalam satu periode waktu.

Keputusan TP Rachmat untuk melakukan pengurangan muatan saham ini tidak dilakukan dalam satu kali transaksi besar, melainkan melalui strategi penjualan yang diukur.

Diketahui, total saham yang dilego mencapai 60.822.800 helai alias 60,82 juta saham Essa Industries Indonesia (ESSA).

Untuk mendapatkan harga optimal, penjualan saham dilakukan sebanyak 8 kali transaksi di pasar modal.

Harga jual yang dipatok berada pada kisaran Rp740 hingga Rp775 per lembar saham.

Strategi ini menunjukkan kehati-hatian dalam melepas aset guna menjaga stabilitas harga di pasar sekaligus memaksimalkan perolehan dana taktis.

Berikut rincian delapan tahap transaksi yang dilakukan oleh TP Rachmat:

Tahap Pertama:Melepas 5 juta helai saham dengan harga Rp740 per lembar, yang menghasilkan dana sebesar Rp3,7 miliar.

Tahap Kedua:Menjual 5,36 juta saham pada harga Rp745 per lembar dengan nilai total Rp3,99 miliar.

Tahap Ketiga:Ini merupakan volume terbesar, di mana TP Rachmat melego 24,75 juta lembar pada harga Rp750 per lembar, menghasilkan Rp18,57 miliar.

Tahap Keempat:Mendivestasi 466.300 saham pada harga tertinggi di sesi tersebut, yakni Rp775 per lembar, senilai Rp361,38 juta.

Tahap Kelima:Menjual 9,18 juta helai dengan harga Rp760 per lembar, dengan total nilai Rp6,98 miliar.

Tahap Keenam:Melepaskan 14,34 juta saham pada harga Rp765 per lembar yang menyumbang Rp10,97 miliar.

Tahap Ketujuh:Menjual 760.100 lembar pada harga Rp770 per lembar dengan total Rp585,27 juta.

Tahap Kedelapan:Menutup rangkaian divestasi dengan melego 938.400 helai pada harga Rp755 per lembar senilai Rp708,49 juta.

Aksi jual yang dilakukan oleh TP Rachmat ini tentu berdampak langsung pada struktur kepemilikan saham di Essa Industries Indonesia.

Sebagai salah satu pemegang saham signifikan, pengurangan muatan ini mengalihkan persentase kepemilikan kepada konglomerat di perusahaan yang bergerak di bidang pemurnian gas alam dan produksi amonia tersebut.

Sebelum transaksi ini dilakukan, TP Rachmat tercatat menguasai sekitar 1,04 miliar saham atau setara dengan 6,05 persen dari total saham ESSA yang beredar.

Namun, setelah penuntasan transaksi itu, timbunan saham Essa Industries dalam genggaman TP Rachmat tersisa 981,09 juta helai setara 5,69 persen.

Meski terjadi penurunan persentase, TP Rachmat tetap memegang porsi saham yang cukup besar di ESSA.

Hal ini menandakan bahwa meskipun ia melakukan divestasi untuk kebutuhan dana taktis, ia masih memiliki kepercayaan pada fundamental jangka panjang perusahaan tersebut.

Divestasi ini juga memberikan sinyal bagi para trader dan investor ritel untuk kembali mencermati pergerakan harga saham ESSA di lantai bursa.

Dengan total perolehan mencapai Rp45,88 miliar, pasar akan terus memperhatikan apakah dana tersebut akan diputar kembali ke sektor energi atau dialokasikan ke lini bisnis lain di bawah bendera grup usaha miliknya.

Langkah TP Rachmat ini menjadi pelajaran berharga bagi investor muda mengenai pentingnya melakukan realisasi keuntungan (pengambilan keuntungan) secara bertahap.

Dengan membagi penjualan ke dalam 8 tahap, risiko tekanan penjualan yang berlebihan dapat diminimalisir, sehingga harga rata-rata penjualan tetap terjaga pada tingkat yang menguntungkan.

Essa Industries Indonesia sendiri merupakan pemain kunci di industri hilir gas bumi.

Dengan kondisi fundamental yang terus memantau pasar, aksi penjualan oleh orang dalam (orang dalam) atau pemegang saham pengendali selalu menjadi katalis penting dalam menentukan arah tren pergerakan harga saham di masa depan. (luq)