LINTASBANTEN.COM – Pergerakan modal asing di Bursa Efek Indonesia (IDX) kembali menjadi sorotan para pelaku pasar. Berdasarkan data perdagangan terbaru pada Jumat (10/4/2026), aktivitas investor luar negeri masih didominasi oleh aksi jual.
Perdagangan saham oleh investor asing ditutup dengan posisi penjualan bersih atau penjualan luar negeri bersih yang cukup signifikan.
Meski terdapat dinamika yang fluktuatif, angka penjualan bersih kali ini mencapai 1,59 miliar saham. Jika dibandingkan dengan hari perdagangan sebelumnya, Kamis (9/4/2026), angka ini sebenarnya menunjukkan sedikit penurunan.
Pada hari tersebut, transaksi asing mencatat penjualan bersih sebesar 1,86 miliar saham. Meski melandai, volume penjualan sebesar 1,59 miliar saham tetap diklasifikasikan sebagai angka yang relatif tinggi dan mencerminkan sikap hati-hati investor global di pasar domestik.
Menariknya, volume perdagangan secara keseluruhan, baik dari sisi beli maupun penjualan, justru mengalami peningkatan. Hal ini menandakan bahwa pasar saham Indonesia tetap likuid dan sangat aktif.
Volume beli asing tercatat melonjak dari 4,36 miliar saham menjadi 6,63 miliar saham. Namun, kenaikan ini dibarengi dengan menyiarkan volume penjualan asing yang lebih besar, yakni meningkat dari 6,23 miliar saham menjadi 8,23 miliar saham.
Dua raksasa emiten di Bursa Efek Indonesia, yakni PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), menjadi kontributor utama dalam tingginya angka penjualan bersih asing.
Berdasarkan laporan transaksi, BUMI mencatatkan volume penjualan bersih terbesar, yakni mencapai 739,68 juta saham. Investor asing sebenarnya melakukan pembelian sebanyak 575,91 juta saham, namun volume jual yang masif hingga 1,31 miliar saham membuat posisi akhirnya tetap negatif.
Di sisi lain, saham sektor teknologi yakni GOTO, mencatatkan volume perdagangan asing terbesar hari ini. GOTO mencatatkan penjualan bersih sebanyak 693,37 juta saham.
Dari total aktivitas tersebut, volume pembelian asing berada di angka 1,43 miliar saham, namun harus menyerah pada volume penjualan yang menembus angka 2,12 miliar saham.
Selain GOTO dan BUMI, aksi lepas saham oleh investor asing juga menyasar beberapa emiten lain. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mencatat penjualan bersih sebanyak 322,07 juta saham, hasil dari pembelian 668,90 juta saham berbanding penjualan 990,97 juta saham.
Selanjutnya, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) mencatatkan penjualan bersih hampir 129,29 juta saham, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) ditutup dengan penjualan bersih sebanyak 66,65 juta saham.
Meski tren secara keseluruhan terjual, investor asing nyatanya tetap melirik beberapa saham potensial untuk dikoleksi. Hal ini memberikan sinyal bahwa ada sektor-sektor tertentu yang dinilai masih memiliki prospek cerah atau harga yang sudah cukup kompetitif.
PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) secara mengejutkan mencatatkan volume pembelian bersih tertinggi. Emiten ini membukukan pembelian bersih sebesar 82,83 juta saham, di mana investor asing membeli sebanyak 502,43 juta saham dan hanya menjual 419,60 juta saham.
Di sektore-commerce, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) menempati posisi kedua sebagai saham yang paling banyak diburu asing hari ini. BUKA mencatatkan pembelian bersih sebanyak 79,18 juta saham.
Data menunjukkan investor asing melakukan aksi beli sebanyak 97,48 juta saham dan hanya mengeluarkan 18,30 juta saham.
Sektor energi dan perbankan juga tidak ketinggalan. PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) mencatatkan pembelian bersih sekitar 56,51 juta saham.
Sementara itu, saham perusahaan unggulan yang selalu menjadi favorit, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), berhasil mencatatkan pembelian bersih sebanyak 45,51 juta saham. Aktivitas perdagangan luar negeri pada BBCA mencatat pembelian 141,48 juta saham dengan volume penjualan sebesar 95,96 juta saham.
Terakhir, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) melengkapi daftar pembelian terbaik dengan catatan pembelian bersih sebanyak 41,62 juta saham.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun pasar sedang dalam tekanan jual oleh investor global, saham-saham dengan fundamental yang kuat seperti BBCA atau emiten dengan sentimen khusus seperti BUKA dan PADI tetap mampu menarik minat modal asing. (luq)







