CILEGON, LINTASBANTEN.COM- Beredar sebuah video deklarasi dukungan dua periode Walikota Cilegon dari RT RW Kelurahan Masigit Kecamatan Jombang Kota Cilegon.
Deklarasi dukungan tersebut diduga dimobilisasi oleh Lurah Masigit yang mengarahkan RT RW untuk mendukung dua periode Helldy Agustian.
Nampaknya, deklarasi itu mendapatkan sejumlah kecaman dari berbagai aktivis Kota Cilegon yang dinilai menciderai netralitas ASN dalam gelaran Pilkada 2024 mendatang.
Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cilegon, Rahmat Hidayatullah mengecam tindakan yang dilakukan oleh Lurah Masigit.
Menurutnya, tindakan seorang abdi negara atau ASN perlu dijaga terutama dalam netralitas dalam mendekati pemilu.
Rahmat juga menuntut kepada Kepala Badan Pegawaian dan Pengembangan Sumber Daya mlManusia (BKPSDM) Kota Cilegon untuk memberikan sanksi kepada Lurah Masigit.
“Saya menyayangkan kejadian tersebut dan menuntut Kepala BKPSDM Kota Cilegon untuk menindaklanjuti pelanggaran yang terjadi,” ujar Rahmat, Kamis (18/4).
Dia menyampaikan, tindakan Lurah Masigit ini melanggar Undang-Undang Nomor 20 tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara termasuk penyelenggaraan kebijakan manajemen ASN berdasarkan pada asas netralitas (Pasal 2 huruf f).
Dalam penjelasan pasal tersebut, maksud asas netralitas disini adalah setiap pegawai ASN tidak berpihak dari segala bentuk pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan lain di luar kepentingan bangsa dan negara.
“Pegawai ASN harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik (Pasal 9 Ayat 2), dalam rekaman tersebut terlihat ada unsur pengarahan dari lurah masigit ini sangat tidak pantas,” terangnya.
Selain itu, Rahmat menegaskan akan mengawal sampai tuntas dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Lurah Masigit yang diduga memobilisasi deklarasi dukungan dua periode Helldy Agustian.
Menurutnya, dengan kejadian tersebut dikhawatirkan terdapat ASN lainnya yang bertindak tidak netral.
“HMI Cabang Cilegon siap mengawal kejadian tersebut agar segera ditindak oleh pihak yang berwenang, kami siap mengawal suapaya tidak terjadi lagi kejadian yang serupa,” tandasnya. (Nas/red)







