Wakil DPRD Cilegon Dorong Pemkot Segera Pengoperasian Gedung Assessment

CILEGON,LINTASBANTEN.COM– Wakil Ketua II DPRD Kota Cilegon, Masduki mendorong agar Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon dapat melakukan percepatan pengoperasian Gedung Assessment Center.

Sekretaris DPD PAN Kota Cilegon ini menyatakan, dari awal niat Pemkot Cilegon menyediakan Gedung Assessment Center telah diketahuinya sejak dia menjabat Ketua Komisi I DPRD Periode 2019-2024. Saat ini, saat menjabat Wakil Ketua II DPRD, Masduki meminta agar pengoperasian Gedung Assessment Center dapat dipercepat.

“Yang pertama saat Komisi I periodisasi lalu, kami mendorong bagaimana Cilegon punya Assessment Center dan sekarang sudah dibangun,” ungkapnya, Kamis (24/10).

Pihaknya sepakat dengan Keinginan Pemkot Cilegon mempunyai Gedung Assessment Center. Karena dengan adanya Gedung tersebut, biaya untuk peningkatan kualitas dan Sumber Daya Manusia (SDM) ASN Cilegon dapat ditekan. Selama ini, kata Masduki, ASN dalam meningkatkan kompetensinya harus mengikuti pelaksanaan assessment di luar daerah dengan biayanya cukup besar.

Namun jika pembangunan Gedung Assessment Center di Cilegon telah selesai dan nanti akan dioperasikan maka akan mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kenapa karena daripada kita melakukan assessment diluar daerah, biaya luar biasa mahal makanya saya melihat disitu, hari ini, kami menganalisis potensi pendapatan dari penyelenggaraan assessment besar,” ucapnya.

Pihaknya memprediksi, jika pemerintah dari daerah lain menyelenggarakan assessment di Kota Cilegon maka akan mendatangkan sejumlah potensi PAD. Baik PAD dari pajak hotel dan restoran meningkat. Kemudian peserta yang mengikuti assessment juga sekaligus berwisata.

“Dari daerah-daerah itu kalau disini ada assessment, paling tidak pendapatan hotel meningkat, kemudian mereka sambil wisata,” terangnya.

Pihaknya berharap, agar pembangunan Gedung Assessment Center tidak setengah-setengah. Pembangunan itu dapat menjadi skala prioritas. Pihaknya mendorong pada APBD Perubahan ini, pembangunan Gedung Assessment Center dapat tuntas.

“Yang pasti jangan setengah-setengah lah. Terkadang yang kita soroti itu dalam proses perencanaan program, terkadang menganggarkan separuh-separuh. Lebih baik ada skala prioritas,” terangnya.

Masduki juga menyinggung jika nanti akan dioperasikan, seluruhnya telah dipersiapkan sebaik-baiknya termasuk penyediaan tim penguji atau assesor. Ia berharap jangan ditunda lagi dan harus direalisasikan.

“Makanya hari ini, saya selaku pimpinan, mendorong di perubahan ini agar tuntas baik sarana dan prasarana. Baik SDM nya, saya lihat assesor-nya sudah musti siap, tetapi itu juga harus dipastikan. Jadi ketika nanti fisik sudah siap, jangan sampai nanti pemanfaatannya ditunda lagi,” tandasnya.(Adv/*)

Tinggalkan Balasan